Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Wasekjen ADKASI Pedro Bau: Sinergi Semua Pihak Wujudkan Perlindungan PMI yang Optimal

IMG-20260114-WA0211
Menteri P2MI Mukhtarudin Bersama Wasekjen ADKASI, Pedro Bau .

Jurnalis:

Kabar Baru, Gorontalo –Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menggelar pertemuan dengan Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI)

Acara diikuti Menteri P2MI Mukhtarudin, jajaran ADKASI,ermasuk ketua umum ADKASI dan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pedro Bau. Mereka membahas upaya memperkuat perlindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menteri Mukhtarudin menyampaikan, peran pemerintah daerah sangat penting dalam perlindungan PMI.

Transformasi Kementerian P2MI menjadi kementerian penuh adalah arahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya memberikan perlindungan menyeluruh mulai dari sebelum penempatan, masa kerja luar negeri, hingga setelah kembali ke Indonesia.

“Kami berfokus pada peningkatan kualitas perlindungan dan penempatan pekerja migran terampil, target 500.000 orang pada 2026 di sektor keterampilan menengah dan tinggi,” ungkapnya.

Ketua Umum ADKASI Siswanto mengatakan, perlindungan PMI bukan tanggung jawab satu pihak saja.

Perlu kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah. “Pekerja migran berkontribusi pada devisa negara, dengan remitansi tahun 2024 lebih dari Rp250 triliun,” tegasnya.

Ia menambahkan, masih banyak daerah yang belum punya Peraturan Daerah khusus tentang PMI. Ini jadi kesempatan untuk menyusun kebijakan yang melindungi dan meningkatkan kapasitas masyarakat.

Wasekjen ADKASI Pedro Bau menguraikan strategi untuk menghadapi tantangan migrasi di era globalisasi yang kompleks.

“Di tengah perkembangan dunia yang cepat, tantangan migrasi tidak hanya soal keamanan penempatan, tapi juga kemampuan PMI bersaing dan menyesuaikan diri dengan standar kerja internasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, kerja sama erat harus terjalin antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan lembaga terkait. Tujuannya membangun sistem migrasi yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak.

Selain itu, pengembangan kompetensi PMI perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar global agar daya saing meningkat.

“Kita harus pastikan setiap tahapan migrasi tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tapi juga menjamin perlindungan hak-hak pekerja, peningkatan kapasitas, dan akses peluang kerja yang lebih baik,” kata Pedro Bau.

“Sinergi berbagai pihak adalah kunci agar perlindungan PMI maksimal, sehingga mereka tidak hanya jadi kontributor devisa, tapi juga agen pembangunan yang mampu bersaing secara internasional,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store