Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Prabowo Berhasil Turunkan Angka Kebakaran Hutan Gambut Indonesia

Desain tanpa judul - 2026-01-10T024803.636
Ilustrasi petugas pemadam kebakaran di lokasi hutan gambut (Dok: Antara).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan pencapaian signifikan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2025.

Berkat Komando Prabowo, Kebakaran Hutan di Indonesia Menyusut Tajam

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengungkapkan bahwa angka karhutla nasional mengalami penurunan tajam dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru, luas karhutla pada tahun 2024 yang mencapai 375 ribu hektare kini menyusut menjadi hanya 213 ribu hektare.

Menhut menyampaikan kabar baik ini dalam acara Ekspose Pengendalian Karhutla 2025 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

“Dalam tiga tahun terakhir, kita berhasil menekan angka karhutla secara tajam dari 1,16 juta hektare pada 2023 menjadi hanya 213 ribu hektare tahun ini. Ini hasil kerja keras bersama,” tegas Raja Antoni.

Kepemimpinan Prabowo Jadi Kunci

Menhut menyebut perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai faktor utama keberhasilan ini.

Presiden tercatat memimpin rapat terbatas sebanyak dua kali khusus untuk membahas strategi pencegahan dan kesiapan operasi udara.

Presiden Prabowo bahkan memantau detail teknis, mulai dari jenis pesawat water bombing hingga biaya sewa armada tersebut.

Kepedulian ini muncul karena karhutla tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak buruk pada stabilitas ekonomi nasional.

Kebakaran di Lahan Gambut

Data Kementerian Kehutanan juga menunjukkan tren positif yang konsisten dalam sepuluh tahun terakhir.

Kebakaran di kawasan hutan menurun hingga 66 persen jika kita membandingkan data tahun 2015 dengan 2025.

Prestasi yang lebih mencolok terlihat pada pengendalian kebakaran lahan gambut.

Dari luas 891 ribu hektare pada tahun 2015, pemerintah berhasil menurunkannya menjadi hanya 24 ribu hektare pada tahun ini.

Selain itu, jumlah titik panas (hotspot) juga berkurang sebesar 23,9 persen dibandingkan tahun lalu.

Kolaborasi Lintas Lembaga

Keberhasilan ini melibatkan kerja nyata dari berbagai pihak, mulai dari Manggala Agni, TNI, Polri, BMKG, hingga BNPB dan masyarakat setempat.

Strategi utama meliputi operasi modifikasi cuaca, penguatan patroli terpadu, serta penegakan hukum tanpa kompromi.

“Kami tetap menjalankan penegakan hukum secara tegas bagi siapa saja yang melakukan pembakaran, baik itu individu maupun korporasi,” tambah Raja Antoni.

Sebagai langkah penguatan ke depan, Kemenhut telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BNPB untuk meningkatkan sinergi penanganan karhutla.

Menhut optimistis kepemimpinan yang kuat dan kolaborasi solid akan terus menjaga Indonesia dari bencana kabut asap besar di masa mendatang.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store