Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Sopir Truk Kecelakaan Beruntun Cipularang Masih Dirawat, Kaki Kiri Patah

IMG_20261008_132906
Sopir truk Agung menjalani perawatan di IGD Radjak Hospital Purwakarta setelah mengalami patah kaki dalam kecelakaan beruntun di Tol Cipularang.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Agung (31), sopir truk traktor UD B 9773 UEL yang terlibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Kilometer 91+800 arah Jakarta, masih menjalani perawatan di IGD Radjak Hospital Purwakarta, Kamis (8/10/2026).

Agung menjadi satu-satunya korban yang mengalami luka dalam kecelakaan yang melibatkan 15 kendaraan tersebut. Ia mengalami patah tulang pada kaki kiri dan harus menggunakan penyangga. Selain itu, pelipis kirinya memar akibat benturan dengan setir.

Agung juga mengeluhkan sesak di bagian dada setelah sempat terjepit di dalam kabin truk. Kondisinya masih terlihat syok setelah kecelakaan.

“Ya kondisinya saya masih syok sampai sekarang. Kaki sebelah kiri patah dan enggak bisa digerakkan. Paling luka lecet-lecet, ini pelipis kiri memar karena kebentur setir,” kata Agung saat ditemui di rumah sakit.

Menurut Agung, dirinya sempat kehilangan kesadaran ketika kecelakaan terjadi. Saat tersadar, ia sudah berada dalam kondisi terjepit di dalam kabin kendaraan.

“Pas kecelakaan terjadi saya sempat enggak sadar. Begitu sadar, saya sudah kejepit,” ujarnya.

Agung menuturkan, kecelakaan terjadi ketika arus lalu lintas di ruas Tol Cipularang sedang mengalami perlambatan. Di depan lokasi, terdapat pekerjaan perbaikan yang membuat kendaraan harus mengurangi kecepatan.

Dalam kondisi tersebut, Agung mengaku berusaha menghentikan laju truk. Namun, menurut pengakuannya, sistem pengereman tidak bekerja sebagaimana mestinya.

“Waktu kejadian saya panik karena kondisi jalan sedang padat. Di depan ada perbaikan jalan. Saya coba rem, saya kocok-kocok, tetapi enggak ada,” katanya.

Ia mengaku kondisi truk masih normal saat berangkat dari Bandung menuju Jakarta. Gangguan pengereman, kata dia, baru dirasakan ketika kendaraan mendekati lokasi kecelakaan.

“Pas awal berangkat dari Bandung mobil baik-baik saja. Tapi pas di lokasi kejadian, remnya mendadak enggak ada,” ujar Agung.

Agung menduga gangguan tersebut berkaitan dengan kebocoran minyak rem. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian.

“Saya menduga karena remnya blong, ada kebocoran minyak rem,” katanya.

Agung memperkirakan saat kejadian truk melaju dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam. Ia bersyukur masih dapat diselamatkan meski mengalami patah kaki dan luka akibat benturan.

“Alhamdulillah saya masih selamat,” ujarnya.

Truk yang dikemudikan Agung diketahui membawa muatan makanan ringan dari Bandung menuju Jakarta.

Berdasarkan laporan PJR Tol Cipularang, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.45 WIB. Insiden bermula ketika arus kendaraan arah Bandung menuju Jakarta mengalami perlambatan.

Truk traktor UD B 9773 UEL kemudian menabrak kendaraan di depannya. Benturan tersebut memicu tabrakan beruntun hingga melibatkan kendaraan lain yang berada di jalur tersebut.

Total terdapat 15 kendaraan yang terlibat, yakni Suzuki Pick Up D 8341 ZH, Light Truck T 9805 DG, Suzuki APV B 1721 WFA, Toyota Hiace Mikrobis E 7915 VB, Toyota Hiace Mikrobis D 7551 FG, Honda Brio B 1687 SMI, Mitsubishi Colt Diesel Box AB 8841 BT, Chevrolet B 2701 KYK, Suzuki Pick Up D 8977 ZD, Toyota Innova T 1486 AS, Mitsubishi Pick Up D 8815 ZT, Toyota Calya T 1430 CO, Toyota Rush B 1591 FRK, Chery B 1015 PCR, serta truk traktor UD B 9773 UEL.

Akibat kecelakaan tersebut, seluruh lajur arah Jakarta sempat tertutup dan arus lalu lintas mengalami gangguan.

Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Enggar Jati Nugroho mengatakan, kecelakaan diduga bermula ketika kendaraan mengalami perlambatan akibat adanya pekerjaan perbaikan reklame di depan lokasi.

“Kejadian tersebut berawal dari depan ada perbaikan reklame, sehingga ada perlambatan,” kata Enggar saat ditemui di Pool Derek Jatiluhur. Rabu (7/10/2026).

Polisi menduga kecelakaan dipicu oleh kegagalan fungsi pengereman pada truk yang dikemudikan Agung.

“Dugaan sementara karena gagalnya fungsi pengereman,” ujarnya.

Enggar memastikan dalam insiden tersebut hanya Agung yang mengalami luka. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Untuk korban hanya sopir saja, yaitu patah kaki. Untuk korban lain tidak ada sama sekali,” kata Enggar.

Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan dan faktor lain yang berkaitan dengan terjadinya tabrakan beruntun tersebut. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store