Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Bunda Santri Buka Bazar PPSN VI, Tekankan Jati Diri dan Kemandirian

kabarbaru.co

Jurnalis:

Kabar baru, Malang — Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhma, M.Si., membuka secara resmi Bazar Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI di Pondok Pesantren An-Nur, Malang, Kamis (1/10/2026). Dalam kapasitasnya sebagai Bunda Santri Indonesia, ia menitipkan dua pesan kepada ribuan santri pramuka dari seluruh penjuru Nusantara: kenali jati diri melalui budaya, dan bangun kemandirian melalui ekonomi.

Di hadapan para peserta yang hadir mengenakan pakaian adat daerah masing-masing, Bunda Helmi menegaskan bahwa busana adat bukan sekadar kostume seremonial. Menurutnya, setiap helai kain, motif, dan aksesori yang dikenakan menyimpan nilai, sejarah, dan cara pandang masyarakat yang melahirkannya.

“Anak-anakku santri pramuka, pakaian adat yang kalian kenakan hari ini bukan hanya untuk dipamerkan. Di dalamnya ada doa, ada filosofi, ada jati diri para leluhur kita. Santri pramuka harus tahu makna dari pakaian yang dikenakannya. Kalau ditanya orang, kalian harus bisa menjelaskan, bukan hanya bisa memakainya,” pesan Bunda Helmi.

Ia menambahkan, pemahaman atas budaya sendiri merupakan bagian dari karakter santri yang utuh: kokoh dalam keislaman, sekaligus berakar kuat pada kebangsaan. Nilai ini, menurutnya, sejalan dengan semangat Pramuka yang menanamkan cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, serta tradisi pesantren yang sejak dulu merawat kearifan lokal. “Santri yang mengenal jati dirinya tidak akan mudah tercerabut oleh arus zaman. Dari Sabang sampai Merauke, keberagaman pakaian adat ini justru menunjukkan bahwa kita satu dalam bingkai Indonesia,” ujarnya.

Terkait bazar, Bunda Helmi menekankan bahwa kegiatan ini bukan pelengkap acara, melainkan bagian penting dari ikhtiar membangun kemandirian pesantren. Bazar PPSN VI menghadirkan beragam produk pesantren, karya santri, serta usaha masyarakat sekitar lokasi perkemahan.

“Bazar ini adalah ruang belajar sekaligus ruang berdaya. Santri belajar berwirausaha, pesantren memperkenalkan produk unggulannya, dan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya. Ketika ribuan peserta berbelanja di sini, uang itu berputar di tengah ekonomi lokal. Inilah keberkahan yang ingin kita tumbuhkan dari PPSN,” tuturnya.

Menurutnya, pesantren memiliki modal sosial yang besar untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Kemandirian ekonomi, lanjutnya, akan memperkuat pesantren dalam menjalankan tiga fungsinya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. “Pesantren yang mandiri adalah pesantren yang kuat. Dan kemandirian itu dimulai dari santri yang berani mencoba, berani berkarya, dan percaya pada produknya sendiri,” tegasnya.

Usai membuka bazar, Bunda Helmi meninjau sejumlah stan dan berdialog dengan para santri serta pelaku usaha. Ia mengapresiasi kreativitas produk yang ditampilkan dan mendorong agar kualitas, kemasan, dan pemasaran digital terus ditingkatkan sehingga produk pesantren mampu bersaing lebih luas.

PPSN VI 2026 berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026. Selain bazar, rangkaian kegiatan perkemahan mencakup berbagai lomba kepramukaan, pentas seni dan budaya, serta kegiatan pengembangan karakter santri.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store