Hilirisasi Kopi Arabika Enrekang, UMKM Dibekali Teknologi Spray Dryer

Jurnalis: Wafil M
Kabar Baru, Sulawesi Selatan — Sebanyak 15 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengikuti bimbingan teknis dan sosialisasi pengolahan kopi Arabika Enrekang menjadi kopi instan tanpa ampas berbasis teknologi spray dryer. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan Tim Universitas Bosowa bersama mitra My Coffeeza Indonesia di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Kegiatan bertajuk “Hilirisasi Kopi Arabika Enrekang Menjadi Produk Kopi Instan Tanpa Ampas Berbasis Teknologi Spray Dryer untuk Peningkatan Daya Saing UMKM” tersebut dilaksanakan pada 11 Juli 2026.
Program ini diarahkan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi pengolahan kepada pelaku UMKM sebagai salah satu upaya meningkatkan nilai tambah kopi Arabika Enrekang. Melalui teknologi spray dryer, kopi yang telah melalui proses pengolahan dapat dikembangkan menjadi produk kopi instan berbentuk serbuk yang lebih praktis untuk dikonsumsi.
Dalam kegiatan bimbingan teknis, peserta memperoleh penjelasan mengenai proses pengolahan kopi, pengenalan teknologi spray dryer, serta penerapannya dalam menghasilkan kopi instan tanpa ampas. Peserta juga diperkenalkan secara langsung dengan mesin yang digunakan dalam proses pengolahan tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi produk kopi lokal agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku, biji kopi, atau kopi bubuk, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Kopi Arabika merupakan salah satu komoditas yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat di Enrekang. Karena itu, inovasi dalam pengolahan produk menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memperluas pilihan produk sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.
Pemanfaatan teknologi dalam pengolahan kopi juga diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk melakukan diversifikasi produk. Salah satunya melalui pengembangan kopi instan tanpa ampas yang menawarkan kepraktisan bagi konsumen.
Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM tidak hanya diperkenalkan pada penggunaan peralatan produksi, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya inovasi dalam pengembangan usaha.
Perubahan pola konsumsi masyarakat dan semakin beragamnya produk minuman kopi membuat UMKM perlu beradaptasi dengan perkembangan pasar. Inovasi produk menjadi salah satu aspek penting agar potensi bahan baku lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Program hilirisasi ini juga memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan UMKM melalui penerapan hasil pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pelaku usaha diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Universitas Bosowa menggandeng My Coffeeza Indonesia sebagai mitra UMKM. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung antara pengembangan teknologi di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata pelaku usaha dalam proses produksi dan pengembangan produk.
Melibatkan 15 pelaku UMKM dalam kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai peluang pengembangan produk kopi berbasis teknologi.
Dengan memperoleh pengalaman melihat dan memahami proses penggunaan teknologi spray dryer, para peserta diharapkan memiliki gambaran mengenai alternatif pengolahan kopi yang dapat dikembangkan sesuai kapasitas dan kebutuhan usaha masing-masing.
Hilirisasi menjadi penting karena nilai ekonomi suatu komoditas tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan bakunya, tetapi juga kemampuan dalam mengolah, mengemas, dan menghasilkan produk turunan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pengembangan kopi instan tanpa ampas menjadi salah satu bentuk diversifikasi yang dapat membuka segmen pasar berbeda dari produk kopi konvensional. Produk yang lebih praktis dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan kemudahan dalam penyajian kopi.
Di sisi lain, penerapan teknologi membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, kegiatan bimbingan teknis menjadi tahapan penting agar pelaku UMKM memahami proses, fungsi peralatan, serta potensi penerapan teknologi dalam kegiatan produksi.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendorong munculnya inovasi lanjutan dalam pengembangan produk kopi Enrekang. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang berkelanjutan, produk berbasis komoditas lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki daya saing lebih baik.
Kegiatan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Tahun 2026.
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat proses hilirisasi serta meningkatkan manfaat ekonomi dari komoditas unggulan daerah.
Melalui pemanfaatan teknologi spray dryer, kopi Arabika Enrekang diharapkan tidak hanya dikenal sebagai komoditas kopi daerah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan daya saing UMKM melalui pemanfaatan teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan produksi dan perkembangan pasar.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
