Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Orado Goes To School, Misi Ubah Stigma Domino Dimulai dari Sekolah

IMG_20260626_012533
Orado Purwakarta menjadi pelopor program "Goes To School" di Jawa Barat untuk mengenalkan domino sebagai olahraga prestasi sekaligus menjaring bibit atlet potensial.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) terus menggencarkan sosialisasi olahraga domino kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar yang dinilai memiliki potensi besar menjadi atlet masa depan.

Melalui program “Orado Goes To School”, Pengurus Cabang (Pengcab) Orado Purwakarta mengunjungi SMA dan SMK Pasundan Purwakarta yang berlokasi di Jalan R.E. Martadinata No. 111, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Orado Jawa Barat, Ryan Dwinanda, bersama sejumlah pengurus Orado Jawa Barat dari kalangan seniman dan publik figur, di antaranya Ujang Ronda yang dikenal melalui serial Preman Pensiun, Dani selaku drummer grup musik Jamrud, serta Tisna yang dikenal sebagai pemeran ojek pangkalan.

Mengusung tema “Dari Purwakarta untuk Indonesia, Siapkah Kamu Menjadi Atlet Domino Berikutnya?”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Orado memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga prestasi sekaligus menghapus stigma negatif yang selama ini melekat di masyarakat.

Ketua Pengprov Orado Jawa Barat, Ryan Dwinanda, mengatakan bahwa domino bukan sekadar permainan, melainkan olahraga yang mengedepankan strategi, konsentrasi, kecerdasan, dan sportivitas.

“Melalui program Road to School, kami ingin mengubah paradigma masyarakat. Selama ini domino sering dipandang negatif karena identik dengan perjudian. Padahal, ketika dimainkan dalam wadah organisasi resmi dengan aturan yang jelas, domino merupakan olahraga yang menuntut kemampuan berpikir, analisis, dan kerja sama,” ujarnya.

Ryan menjelaskan, sejak berkembang secara nasional pada 2025, Orado terus memperluas jaringan organisasi hingga ke berbagai daerah. Di Jawa Barat sendiri, sekitar 20 pengurus cabang telah terbentuk dan aktif menjalankan program pembinaan maupun sosialisasi olahraga domino.

Menurutnya, domino kini telah memiliki sistem kompetisi yang terstruktur mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Bahkan, Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk terlibat lebih aktif dalam federasi domino internasional sebagai langkah menuju kompetisi tingkat dunia.

“Yang membedakan sekarang adalah adanya organisasi resmi yang mengelola pembinaan atlet secara profesional. Karena itu, masyarakat tidak lagi melihat domino sebagai permainan semata, melainkan olahraga yang memiliki peluang prestasi,” katanya.

Ryan menilai Purwakarta menjadi salah satu daerah yang menunjukkan perkembangan pesat dalam pengembangan olahraga domino. Meski baru terbentuk beberapa bulan, berbagai program sosialisasi dan pembinaan telah berjalan secara aktif.

“Purwakarta luar biasa. Program Road to School yang dilaksanakan saat ini menjadi salah satu yang pertama di Jawa Barat. Ini menunjukkan keseriusan pengurus dalam membangun ekosistem olahraga domino di daerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, sasaran utama program sosialisasi ke sekolah adalah menjaring atlet-atlet muda yang dapat dibina secara berkelanjutan. Menurutnya, regenerasi atlet menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan prestasi di masa depan.

“Melalui sekolah, kami ingin menemukan talenta-talenta muda yang memiliki kemampuan berpikir strategis dan daya analisis yang baik. Domino bukan permainan keberuntungan, melainkan olahraga yang membutuhkan kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat,” jelas Ryan.

Selain berpotensi melahirkan atlet berprestasi, Ryan menilai olahraga domino juga memiliki manfaat dari sisi pengembangan kemampuan kognitif.

“Karakter permainan domino sangat erat dengan proses berpikir. Setiap langkah harus diperhitungkan dengan matang. Karena itu olahraga ini sangat baik untuk melatih konsentrasi, ketelitian, kemampuan membaca situasi, dan menyusun strategi,” tuturnya.

Tak hanya berdampak pada pembinaan olahraga, Orado juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam berbagai kegiatan maupun penyediaan perlengkapan pertandingan yang telah memiliki standar resmi organisasi.

Sementara itu, Ketua Pengcab Orado Purwakarta, Muhammad Ikbal, mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga domino terus meningkat sejak organisasi tersebut hadir di Kabupaten Purwakarta.

“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat baik. Kami telah melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi, mulai dari Road to Cafe hingga Road to School. Dari setiap kegiatan yang kami lakukan, minat masyarakat terhadap olahraga domino terus bertambah,” ujarnya.

Menurut Ikbal, hingga saat ini Pengcab Orado Purwakarta telah mendata sekitar 150 atlet yang siap mengikuti program pembinaan. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring masifnya sosialisasi yang dilakukan di sekolah-sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Ke depan, pihaknya juga berencana memperluas program sosialisasi ke perguruan tinggi guna menjaring lebih banyak atlet potensial.

“Orado adalah olahraga yang terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang usia, profesi, maupun kondisi fisik. Kami juga tengah menyiapkan program pembinaan bagi atlet penyandang disabilitas agar olahraga domino dapat berkembang secara inklusif,” katanya.

Sebagai langkah konkret dalam pembinaan atlet, Pengcab Orado Purwakarta juga tengah mempersiapkan Turnamen Bupati Cup yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026. Ajang tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas popularitas olahraga domino di tengah masyarakat.

“Target kami bukan hanya memperkenalkan olahraga domino, tetapi juga mencetak atlet-atlet berprestasi yang kelak mampu mengharumkan nama Purwakarta dan Jawa Barat di tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Ikbal.

Di tempat yang sama, Kepala SMA Pasundan Purwakarta, Oma Muhammad Hatta, menyambut positif program Orado Goes To School. Menurutnya, olahraga domino dapat menjadi sarana edukatif yang melatih kecerdasan, kesabaran, kerja sama tim, serta kemampuan mengambil keputusan.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini karena memberikan nilai positif bagi siswa. Saya sempat mencoba bermain dan memang dibutuhkan kerja sama tim serta ketepatan dalam menyusun strategi. Ini menjadi pengalaman yang baik bagi para pelajar,” ujar Oma.

Program Orado Goes To School diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi atlet domino muda dari Purwakarta yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store