Wapres Venezuela Minta Donald Trump Tunjukkan Bukti Maduro Masih Hidup

Jurnalis: Alberto Salim
Kabar Baru, Venezuela – Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, melontarkan tuntutan keras kepada pemerintah Amerika Serikat (AS).
Ia mendesak Washington segera memberikan bukti konkret bahwa Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores dalam kondisi hidup setelah klaim penangkapan oleh militer AS.
Rodríguez menyampaikan desakan tersebut melalui siaran telepon di televisi pemerintah, Venezolana de Televisión (VTV) dan dikutip Jurnalis Kabarbaru di Jakarta pada Senin (05/01/2026).
Ia mengakui bahwa hingga saat ini keberadaan Maduro dan istrinya masih menjadi misteri.
Situasi ini memicu kekhawatiran mendalam di internal pemerintahan Venezuela terkait keselamatan sang presiden.
“Kami tidak mengetahui keberadaan Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores di tengah serangan kekerasan ini. Kami menuntut pemerintahan Donald Trump segera mengonfirmasi bahwa mereka masih hidup,” tegas Rodríguez dalam pidatonya yang emosional.
Penangkapan oleh Donald Trump
Ketidakpastian ini bermula dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengeklaim bahwa Washington telah menangkap Maduro.
Trump menyebut militer AS melakukan operasi skala besar untuk membawa Maduro keluar dari Venezuela. Menurut Trump, Maduro akan menghadapi pengadilan atas tuduhan serius terkait perdagangan narkoba.
Dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Trump menyatakan niatnya untuk mengambil alih kendali pemerintahan Venezuela sementara waktu.
Ia berjanji akan menjalankan negara tersebut hingga tercipta masa transisi yang dianggap aman dan tertib oleh pihak Gedung Putih.
Bantahan Keras Delcy Rodríguez
Selain mengklaim penangkapan, Trump mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah berkomunikasi dengan Rodríguez.
Trump menyebut Wapres Venezuela itu bersedia mengikuti arahan Washington.
“Dia cukup ramah, tapi sebenarnya dia tidak punya pilihan,” kelakar Trump di hadapan media.
Namun, Rodríguez membantah keras klaim tersebut. Ia menegaskan kesetiaannya pada pemerintahan saat ini dan menolak narasi transisi yang ditawarkan Amerika Serikat.
Bagi Rodríguez, kedaulatan negara tetap berada di tangan pemimpin pilihan rakyat Venezuela.
“Hanya ada satu presiden di Venezuela, dan namanya adalah Nicolás Maduro Moros,” pungkas Rodríguez menutup pernyataannya.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

