Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Viral! Bupati Pamekasan Dianggap Hina Rakyat Sendiri dengan Sebutan Liar

Kabarbaru.co
Valen dan Bupati Pemekasan Kholilurrahman (doc.ist).

Jurnalis:

Kabarbaru, Pamekasan— Polemik penyambutan Kepulangan Valen D’Academy 7 di Pamekasan memanas setelah pernyataan Bupati Pamekasan Kholilurrahman menuai sorotan oleh publik.

Dalam salah satu pernyataannya, bupati menyebut pemerintah sebenarnya tidak keberatan apabila acara penyambutan dilepas dari kendali Pemkab. Namun ia khawatir jika kegiatan itu kemudian dikuasai masyarakat “liar” dan berubah menjadi konser.

“Kalau pemerintah lepas penyambutan Valen, kami senang karena tidak ada gesekan antara pemerintah dan tokoh ulama. Tapi yang kami takutkan kalo dilepas terus dirangkul “orang liar” (masyarakat umum), disitu ada konser kita semakin sulit,” ujar Kholilurrahman.

Bupati bersama ulama termasuk FPI Pamekasan, kemudian disebut mencapai kesepakatan agar penyambutan bernuansa islami. Pemerintah beralasan tidak ingin euforia publik berubah menjadi acara konser ada penyanyi wanita dewasa yang berjoget karena dianggap tidak sesuai nuansi islami.

Namun pilihan diksi “masyarakat liar” dan kekhawatiran berlebihan dalam acara konser justru menimbulkan reaksi keras dari publik. Banyak pendukung Valen merasa diremehkan dan dianggap tidak beradab, seolah-olah masyarakat Pamekasan tak mampu tertib tanpa kontrol pemerintah.

Gelombang protes terlihat di media sosial. Warganet menilai ucapan bupati sebagai bentuk generalisasi berlebihan terhadap masyarakat. Bukan hanya publik umum, tapi juga para pendukung Valen yang sejak awal menunjukkan antusiasme positif dalam menyambut kontestan D’Academy asal Madura tersebut.

Sejumlah aktivis dan tokoh pemuda Pamekasan turut mengkritisi sikap bupati. Mereka menilai pemerintah semestinya memfasilitasi kebanggaan masyarakat, bukan melabeli mereka dengan istilah bernada merendahkan.

“Jangan sampai Bupati Pemekasan kehilangan empati menyebut masyarakatnya sendiri dengan sebutan “orang liar” kepada rakyatnya hal ini yang sangat tidak pantas diucapkan oleh pemimpin daerah, pemimpin tidak boleh arogan dan jadi hakim moral” tegas Syafiq tokoh muda Pamekasan.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store