Tips Agar Dokumen Berhasil Dibubuhi e-Meterai

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Jakarta – Dokumen PDF terlihat normal tapi selalu gagal dibubuhi e-Meterai? Berikut tips penting dari Meterai Digital agar proses pembubuhan tidak terhambat. e-Meterai atau meterai digital merupakan meterai elektronik resmi yang digunakan untuk memberikan kekuatan hukum pada dokumen digital.
Di Meterai Digital, proses pembubuhan e-Meterai dirancang agar mudah dan cepat. Namun, pada kondisi tertentu, dokumen PDF dapat mengalami kendala saat diproses sehingga pembubuhan tidak dapat dilanjutkan.
Agar proses pembubuhan e-Meterai berjalan lancar, berikut penjelasan dan tips penting yang perlu diperhatikan oleh pengguna Meterai Digital.
Penyebab Umum Dokumen Gagal Dibubuhi e-Meterai
Salah satu penyebab paling umum kegagalan pembubuhan e-Meterai bukan berasal dari sistem, melainkan dari struktur internal file PDF.
Perlu diketahui bahwa:
- File PDF memiliki berbagai versi dan standar teknis.
- Setiap aplikasi pembuat PDF menghasilkan struktur file yang berbeda.
- PDF hasil converter tertentu atau scanner dapat memiliki struktur yang tidak kompatibel dengan sistem pembubuhan e-Meterai.
Akibatnya, meskipun file dapat dibuka dengan normal, sistem tidak dapat memproses dokumen tersebut untuk pembubuhan e-Meterai.
Solusi: Ekspor Ulang PDF dengan Print to PDF
Jika dokumen mengalami kegagalan saat dibubuhkan e-Meterai, meterai.digital merekomendasikan untuk melakukan ekspor ulang PDF menggunakan fitur Microsoft Print to PDF.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Buka dokumen PDF menggunakan aplikasi pembaca PDF apa pun.
- Tekan Ctrl + P untuk membuka menu cetak.
- Pilih printer Microsoft Print to PDF.
- Simpan ulang file PDF hasil cetak tersebut.
- Unggah kembali file ke Meterai Digital dan lanjutkan proses pembubuhan.
Metode ini akan membangun ulang struktur PDF agar sesuai dengan standar yang dapat diproses oleh sistem e-Meterai.
Panduan Penting Sebelum Membubuhkan e-Meterai
Selain struktur PDF, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar dokumen tidak mengalami kendala saat pembubuhan:
1. Pastikan dokumen sudah final
Dokumen yang akan dibubuhi e-Meterai harus sudah dalam versi akhir. Setiap perubahan setelah e-Meterai ditempel akan membatalkan keabsahan dokumen.
2. Tanda tangan basah harus dilakukan sebelum pembubuhan
Jika dokumen akan ditandatangani secara basah, pastikan tanda tangan sudah ada sebelum e-Meterai dibubuhkan.
3. Penambahan tanda tangan setelah pembubuhan hanya menggunakan TTE
Apabila diperlukan penandatanganan setelah e-Meterai terpasang, gunakan Tanda Tangan Elektronik dari penyedia yang berinduk ke Komdigi.
4. Perhatikan versi PDF
- Jika dokumen sudah berisi e-Meterai atau tanda tangan elektronik sebelumnya, gunakan PDF versi 1.6 atau lebih tinggi.
- Jika dokumen belum memiliki e-Meterai maupun tanda tangan elektronik, versi PDF apa pun dapat digunakan.
5. Pastikan e-Meterai tidak tertutup objek lain
Area e-Meterai harus bebas dari objek lain seperti tanda tangan atau stempel agar QR Code dapat diverifikasi dengan baik.
Penutup
Dengan memastikan dokumen sudah final, menggunakan struktur PDF yang sesuai, serta mengikuti panduan teknis di atas, proses pembubuhan e-Meterai di Meterai Digitaldapat berjalan lancar dan tanpa hambatan. Apabila masih mengalami kendala, pengguna dapat menghubungi tim dukungan helpdesk@meterai.digital untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Gunakan meterai.digital sebagai solusi pembubuhan e-Meterai yang aman, resmi, dan mudah untuk berbagai kebutuhan dokumen digital Anda.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

