Sumenep Tetapkan Enam Prioritas Pembangunan Tahun 2026

Jurnalis: Rifan Anshory
Kabar Baru, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan enam prioritas pembangunan daerah pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kemandirian dan daya saing daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata.
Pada 2026, Pemkab Sumenep mengusung tema pembangunan “Memantapkan Stabilisasi Kemandirian dan Daya Saing SDM, Ekonomi Daerah, serta Menguatkan Kesejahteraan Masyarakat yang Adil dan Merata.”
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, menjelaskan bahwa prioritas pertama difokuskan pada stabilisasi kemandirian masyarakat melalui penguatan daya beli dan pendapatan berbasis sektor unggulan serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Program tersebut direalisasikan melalui penyediaan sarana dan prasarana penunjang di sektor pertanian, ketahanan pangan, perikanan, pariwisata, dan perdagangan, termasuk penguatan program padat karya untuk meningkatkan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja.
Prioritas kedua diarahkan pada pemantapan kompetensi tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Pemerintah daerah akan menggelar pelatihan berbasis kompetensi serta memperkuat kewirausahaan, khususnya bagi generasi muda.
Pemkab Sumenep juga memprioritaskan penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul dan sejahtera melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, merata, mudah diakses, dan terjangkau.
Upaya ini dilakukan melalui peningkatan sarana pendidikan, kompetensi tenaga pendidik, serta penguatan budaya literasi.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah menargetkan pemerataan tenaga kesehatan dan pemenuhan dokter spesialis, terutama di wilayah kepulauan, serta penguatan layanan promotif, preventif, dan optimalisasi pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC).
Prioritas selanjutnya adalah pemerataan pembangunan infrastruktur daratan dan kepulauan yang berkualitas, tertata, dan berwawasan lingkungan.
Fokus pembangunan meliputi penguatan infrastruktur pendukung ekonomi, peningkatan konektivitas antarwilayah, pengelolaan persampahan dan limbah B3, serta mitigasi bencana.
Selain itu, Pemkab Sumenep menaruh perhatian pada penguatan ketenteraman dan ketertiban umum melalui peningkatan peran forum kerukunan umat beragama serta sinergi Forkopimda, OPD, dan masyarakat.
Revitalisasi layanan darurat Si-Lapor 112 juga dilakukan sebagai sistem respons terpadu dalam penanganan gangguan keamanan.
Prioritas terakhir adalah peningkatan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas guna memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
“Seluruh prioritas ini merupakan wujud keseriusan Pemkab Sumenep dalam mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan,” pungkas Arif Firmanto.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

