Seminar Pancasila FEB UNISMU Perkuat Peran Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Mahasiswa semester I Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Dr. KHEZ. Muttaqien (UNISMU) Purwakarta menggelar Seminar Pancasila bertajuk “Pancasila sebagai Sumber Kearifan dalam Pengambilan Keputusan: Refleksi Peran Mahasiswa dalam Mengubah Tantangan Menjadi Peluang”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula FEB UNISMU, Jalan K.K. Singawinata, Purwakarta, Kamis (8/1).
Seminar ini diinisiasi oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Pancasila, H. Patoni, dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester I FEB UNISMU yang berjumlah sekitar 170 orang.
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari unsur eksekutif dan legislatif, yakni Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purwakarta, Yus Djunaedi Rusli, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Dias Rukmana Praja.
Ketua Panitia Seminar Pancasila merupakan Mahasiswa semester 1, Muhammad Akmal Fadilah, menjelaskan bahwa seminar Pancasila ini diselenggarakan sebagai bagian dari proses pembelajaran mata kuliah Pancasila sekaligus menjadi pengganti dua pertemuan perkuliahan.
“Selain menjadi salah satu komponen penilaian Ujian Akhir Semester (UAS), seminar ini bertujuan agar mahasiswa mampu menjadikan Pancasila sebagai sumber kearifan dalam mengambil keputusan, sekaligus menjadi refleksi peran mahasiswa dalam menghadapi tantangan dan mengubahnya menjadi peluang,” ujar Akmal.
Ia berharap mahasiswa angkatan 2025 dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Meski persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, Akmal bersyukur seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan sesuai dengan rencana.
Sementara itu, Dosen Pengampu Mata Kuliah Pancasila, H. Patoni, menuturkan bahwa pelaksanaan seminar ini dirancang berbasis Outcome Based Education (OBE), di mana proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menghasilkan output dan dampak yang nyata.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung. Output yang diharapkan dari mata kuliah Pancasila ini adalah terbentuknya kemampuan manajerial mahasiswa, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi sebuah kegiatan,” jelasnya.
Menurutnya, setelah seminar berlangsung, mahasiswa diwajibkan menyusun jurnal atau artikel ilmiah berdasarkan paparan pemateri dari perspektif eksekutif dan legislatif. Hasil kajian tersebut akan menjadi laporan akhir mata kuliah Pancasila.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengasah kompetensi manajerial, memperdalam pemahaman keilmuan, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif,” tambahnya.
Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Purwakarta, Yus Djunaedi Rusli, yang menjadi salah satu pemateri, menilai seminar Pancasila ini sebagai langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa.
“Pancasila harus direfleksikan dalam kompetensi, kolaborasi, integritas, serta semangat juang mahasiswa. Mereka diharapkan mampu menjadi agent of change yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Yus menambahkan, di era digital saat ini mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menyebarkan nilai-nilai positif di tengah masyarakat. Ia berharap mahasiswa mampu menjadi simpul-simpul perubahan yang mengajak lingkungan sekitarnya menuju kehidupan sosial yang lebih baik, berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
“Perubahan tidak selalu bisa dilakukan secara serentak, tetapi dengan hadirnya simpul-simpul positif dari kalangan mahasiswa, masyarakat dapat bergerak menuju arah yang lebih baik,” pungkasnya. (*)
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

