Segini Jumlah Pemeluk Agama Hindu Buddha di Sumenep

Jurnalis: Rifan Anshory
Kabar Baru, Sumenep – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pemeluk agama Hindu dan Buddha di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih tergolong kecil.
Meski pemeluknya minor, keberadaan mereka tersebar di sejumlah kecamatan, khususnya di pusat kota.
Pemeluk Hindu
BPS Sumenep merilis, pada tahun 2024, jumlah umat Hindu tercatat hanya 10 orang.
Menariknya, mereka tidak terkonsentrasi di satu wilayah, melainkan tersebar tipis di 10 kecamatan berbeda, mulai dari pusat kota hingga kepulauan.
Setiap kecamatan hanya dihuni satu orang penganut Hindu, antara lain di Kota Sumenep, Kalianget, Batuan, Lenteng, Pasongsongan, Rubaru, Dasuk, Batang Batang, Arjasa, hingga Sapeken.
Penganut Buddha
Berbeda dengan Hindu, jumlah pemeluk agama Buddha di Sumenep mencapai 103 orang. Hampir seluruhnya, yakni 98 orang, tinggal di Kecamatan Kota Sumenep.
Sisanya tersebar di beberapa kecamatan lain, yaitu Batuan (1 orang), Lenteng (3 orang), dan Ambunten (1 orang).
Pusat Kota Jadi Titik Sentral
Dari sebaran tersebut, terlihat bahwa umat Buddha menjadikan Kota Sumenep sebagai pusat kehidupan mereka, sejalan dengan peran kota sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi.
Sementara umat Hindu justru hadir dalam jumlah kecil namun menyebar luas di berbagai kecamatan, tanpa kantong komunitas besar.
Keberagaman di Tengah Mayoritas
Meski jumlahnya relatif sedikit, umat Hindu dan Buddha tetap menjadi bagian dari keragaman masyarakat Sumenep.
Kehadiran mereka, baik yang terkonsentrasi di perkotaan maupun yang tersebar tipis di pedesaan, memperlihatkan bahwa kabupaten di ujung timur Madura ini menyimpan jejak keberagaman keyakinan.