Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Robert Tungadi Bangun NANOLAB, Pusat Penelitian Nanoteknologi di Gorontalo

IMG-20251206-WA0091
Laboratorium Penelitian Nanoteknologi yang didirikan oleh Robert Tungadi.

Jurnalis:

Kabar Baru, Gorontalo– Di tengah kekayaan alam yang melimpah dan potensi sumber daya manusia yang besar di Indonesia Timur, muncul sebuah inovasi yang diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi kesehatan dan industri: NANOLAB, laboratorium penelitian nanoteknologi yang didirikan oleh Robert Tungadi, dosen unggulan Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Sebagai seseorang yang telah lama mendalami bidang nanoteknologi khususnya nanomedisin dan teranostik, Robert melihat kebutuhan mendesak akan fasilitas penelitian yang terfokus untuk mengubah ide-ide canggih menjadi kenyataan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Cerita awal pendirian NANOLAB dimulai dari kegelisahan Robert melihat bahwa meskipun Indonesia Timur memiliki kekayaan bahan alam yang luar biasa – mulai dari tanaman obat tradisional hingga senyawa alami yang belum terkuak potensinya – akses ke fasilitas penelitian nanoteknologi yang memadai masih sangat terbatas. “Saya sering melihat mahasiswa dan rekan peneliti yang memiliki ide-ide brilian, tetapi tidak ada tempat untuk mengujinya dengan teknologi yang tepat,” katanya dalam wawancara terbaru. Akhirnya, pada tanggal 18 November 2023, impiannya terwujud ketika NANOLAB resmi didirikan sebagai CV (perusahaan perseorangan) berbadan hukum, dengan lokasi di pusat kota Gorontalo yang mudah dijangkau oleh mahasiswa dan peneliti dari berbagai daerah.

NANOLAB bukan sekadar laboratorium biasa. Sebagai laboratorium pengujian khusus untuk penelitian nanoteknologi, fasilitas ini menyediakan layanan mulai dari formulasi sediaan berbasis nano, evaluasi kualitas produk, hingga pengujian analisis sampel dengan ketelitian tinggi. Robert yang juga pernah dinobatkan sebagai Peneliti Terbaik UNG tahun 2022, menghabiskan waktu dan tenaga untuk menyiapkan peralatan yang sesuai, mulai dari alat ukur ukuran nanopartikel, alat pengolahan sampel, hingga peralatan untuk menguji efektivitas produk di tingkat sel. “Kami tidak ingin hanya sekadar melakukan penelitian untuk kepentingan akademis semata – kami ingin menghasilkan sesuatu yang benar-benar dapat digunakan oleh masyarakat,” ungkapnya dengan semangat.

Hasil penelitian pertama yang berhasil dicapai di NANOLAB adalah sabun transparan berbasis eco-enzyme yang telah mendapatkan ukuran nanopartikel yang sempurna. Proses pengembangan produk ini tidaklah mudah; membutuhkan waktu lebih dari sembilan bulan untuk menyesuaikan formulasi, menguji ukuran partikel, dan memastikan kualitasnya sesuai standar. “Yang paling menakjubkan adalah, sabun ini tidak hanya transparan tetapi juga lebih efektif dalam membersihkan dan lebih ramah lingkungan karena terbuat dari eco-enzyme,” jelas Robert. Produk ini telah diuji oleh beberapa komunitas di Gorontalo dan mendapatkan tanggapan positif karena teksturnya yang lembut dan efek membersih yang optimal.

Tidak berhenti di situ, Robert juga sedang mengembangkan penelitian lain di NANOLAB yang lebih terfokus pada bidang kesehatan. Salah satunya adalah pengembangan partikel nano dari tanaman khas Indonesia seperti kunyit, jahe, dan kencur untuk pengobatan kanker dan penyakit infeksi. “Kita tahu bahwa kunyit mengandung kurkumin yang memiliki khasiat antikanker, tetapi bioavailabilitasnya rendah. Dengan teknologi nano, kita dapat meningkatkan kemampuan kurkumin untuk mencapai sel kanker dan mengurangi efek sampingnya pada sel sehat,” terangnya. Sampai saat ini, penelitian ini telah mencapai tahap uji in vitro dan menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan efisiensi pengobatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bentuk konvensional.

Selain untuk penelitian mandiri, NANOLAB juga memiliki tujuan yang lebih luas yang menjadi landasan pengembangannya. Pertama, untuk mengaplikasikan ilmu nanoteknologi khususnya di bidang nanomedisin dan teranostik – kombinasi antara terapi dan diagnostik yang mampu mendeteksi dan mengobati penyakit secara lebih cepat dan akurat. Kedua, untuk memudahkan mahasiswa Farmasi S1 UNG melakukan penelitian nanoteknologi. Robert menjelaskan bahwa mahasiswa dapat menggunakan fasilitas NANOLAB untuk tugas akhir, penelitian mandiri, atau proyek kelompok, dengan bimbingan langsung dari beliau dan tim peneliti. “Ini adalah cara terbaik untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia industri yang semakin membutuhkan keahlian di bidang teknologi mutakhir,” katanya.

Tujuan ketiga yang paling penting adalah menjadikan NANOLAB sebagai pusat pengujian nanoteknologi di wilayah Indonesia Timur. Robert melihat bahwa banyak daerah di Sulawesi, Maluku, dan Papua memiliki potensi bahan alam yang besar, tetapi tidak ada fasilitas yang dapat menguji potensi nanoteknologinya. “Kami ingin NANOLAB menjadi tempat tuju peneliti dan pengusaha dari seluruh Indonesia Timur yang ingin mengembangkan produk berbasis nanoteknologi, tanpa harus pergi ke Pulau Jawa atau luar negeri

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store