Prabowo Ogah Dana MBG Diusik, Siap Pertaruhkan Kepemimpinan Demi Program MBG

Jurnalis: Muhammad Ody
Kabarbaru, jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski dunia diwarnai ketidakpastian ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.
Ia menyatakan program tersebut tetap menjadi prioritas karena dinilai penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam menekan angka stunting di berbagai daerah.
Dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis yang disiarkan melalui kanal YouTube resminya pada Minggu (22/3/2026), Prabowo menegaskan dirinya siap mempertaruhkan kepemimpinannya demi menjaga keberlanjutan program tersebut.
Pernyataan itu juga disampaikan sebagai respons atas berbagai kritik terkait pelaksanaan MBG, mulai dari dugaan mark up bahan baku hingga persoalan kualitas distribusi makanan selama Ramadan.
“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujarnya.
Menurut Prabowo, MBG menjadi instrumen penting untuk memperbaiki kondisi gizi anak-anak Indonesia yang masih menghadapi persoalan stunting.
Ia mengaku sering menemukan anak berusia sekolah dasar dengan pertumbuhan tubuh jauh di bawah usianya saat melakukan kunjungan ke daerah. Karena itu, ia meyakini program tersebut berada di jalur yang tepat dan layak mendapatkan dukungan anggaran negara.
“Saya haqqul yaqin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya. 2029 kita lihat,” katanya.
Prabowo juga menegaskan efisiensi APBN dapat dilakukan dengan memangkas pos belanja yang dianggap kurang produktif, bukan dengan menghentikan program MBG.
Ia menilai keberlanjutan program gizi justru menjadi investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas generasi mendatang.
Dalam forum yang sama, Prabowo menyebut program MBG beserta dapurnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mendapat apresiasi dari Rockefeller Foundation.
Ia mengklaim lembaga tersebut menilai MBG sebagai investasi yang memberikan manfaat besar, dengan estimasi keuntungan jangka pendek mencapai tujuh dolar AS untuk setiap satu dolar yang dikeluarkan, dan hingga 35 dolar AS dalam jangka panjang.
Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, Prabowo menyebut program MBG juga menciptakan efek ekonomi berantai. Ia mencontohkan satu vendor SPPG dapat melibatkan sedikitnya lima petani, sehingga secara nasional program tersebut diklaim mampu membuka sekitar 1,5 juta lapangan kerja.
Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan evaluasi dan menindak tegas pelanggaran dalam pelaksanaan program, termasuk menutup lebih dari 1.000 SPPG yang tidak memenuhi ketentuan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

