Pesantren Ramadan dan Eco Tren Perkuat Karakter Siswa di Purwakarta

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta menggelar sejumlah kegiatan pembinaan karakter bagi siswa selama bulan suci Ramadan. Program tersebut di antaranya pesantren Ramadan di sekolah serta program percontohan Eco Tren (Pesantren Ekologi Ramadan) yang memadukan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Purwakarta, Dede Supendi, mengatakan pesantren Ramadan dilaksanakan di seluruh sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Purwakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter peserta didik.
“Pesantren Ramadan merupakan kegiatan bagi seluruh siswa SD dan SMP di Purwakarta. Program ini bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun karakter peserta didik,” ujar Dede Supendi, Senin (9/3).
Selain pesantren Ramadan di sekolah, Disdik Purwakarta juga menjalankan program percontohan bernama Eco Tren atau Pesantren Ekologi Ramadan. Program tersebut merupakan kerja sama antara Dinas Pendidikan dengan Yayasan Moning Ati serta PKBM Rumah Tumbuh.
Menurut Dede, Eco Tren dirancang untuk membentuk karakter siswa yang religius sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Program ini mengintegrasikan nilai keimanan dengan tanggung jawab manusia untuk menjaga alam sebagai amanah dari Tuhan.
“Melalui Eco Tren, siswa tidak hanya memahami ajaran agama dari sisi teori atau dogma, tetapi juga belajar mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.
Ia menjelaskan, program Eco Tren juga menginternalisasikan nilai-nilai GAPURA Pancawaluya, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer, dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Program tersebut diikuti oleh perwakilan siswa dari 20 sekolah tingkat SMP di Purwakarta dengan jumlah sekitar 40 peserta. Kegiatan berlangsung selama tiga hari satu malam dengan kurikulum yang memadukan pendidikan keagamaan dan pendidikan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti kajian Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan pelestarian alam, pembinaan akhlak, serta praktik menjaga lingkungan.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah minyak goreng menjadi lilin. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami cara mengelola limbah sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dari pencemaran.
Selain itu, peserta juga mengikuti kegiatan tadabur alam, aksi kebersihan lingkungan, kampanye penghijauan, serta edukasi tentang gaya hidup ramah lingkungan.
Setelah mengikuti program Eco Tren, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Mereka akan diberdayakan sebagai duta lingkungan dan menjadi pendamping bagi teman-temannya dalam kegiatan pesantren Ramadan di sekolah.
“Nantinya siswa yang mengikuti Eco Tren dapat menjadi agen atau duta di sekolahnya. Mereka bisa menjadi narasumber dan membimbing teman-temannya dalam kegiatan pesantren Ramadan,” jelasnya.
Dede menambahkan, pendekatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran Islam dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Ia berharap melalui program pesantren Ramadan dan Eco Tren, para siswa tidak hanya menjadi generasi yang religius, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan serta mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

