Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Peringati Hari Perempuan, Sorong Perkuat Komitmen Cegah Perkawinan Anak

Peringati Hari Perempuan, Sorong Perkuat Komitmen Cegah Perkawinan Anak
Peringati Hari Perempuan, Sorong Perkuat Komitmen Cegah Perkawinan Anak.

Jurnalis:

Kabar Baru, Kabupaten Sorong – Peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal ini tercermin dalam kegiatan Dialog Tokoh Adat untuk Membangun dan Meningkatkan Peran dalam Pencegahan Perkawinan Anak (PPA) bertema “Perempuan dan Adat: Keberlangsungan Perkawinan Anak” yang digelar di Aimas Hotel and Convention Center, Kabupaten Sorong, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini merupakan Kolaborasi PC Fatayat NU dan Lakpesdam PCNU Kabupaten Sorong SUB Mitra Program Inklusi dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sorong, dengan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, serta berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Sorong.

Dialog Tokoh Adat untuk Membangun dan Meningkatkan Peran dalam Pencegahan Perkawinan Anak (PPA)
Dialog Tokoh Adat untuk Membangun dan Meningkatkan Peran dalam Pencegahan Perkawinan Anak (PPA)

Field Coordinator Sub Mitra Inklusi Kabupaten Sorong, Fahmi Anggraini Suryateja, S.Pd., M.Sos, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan dialog ini menjadi ruang penting untuk menggali perspektif tokoh adat dan tokoh masyarakat terkait fenomena perkawinan anak yang masih terjadi di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa dalam struktur sosial masyarakat, adat memiliki peran strategis tidak hanya sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai instrumen yang mengatur tatanan sosial, termasuk dalam aspek perkawinan.

“Melalui dialog ini, kita berupaya menggali pandangan dari para tokoh adat dan tokoh masyarakat agar ke depan dapat berjalan seiring dalam upaya melindungi anak-anak kita dari praktik perkawinan anak,” ujarnya.

Menurut Fahmi, momentum Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret juga menjadi pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam menjaga dan melindungi sesama, khususnya dalam memastikan hak-hak anak terpenuhi.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Sorong, Hj. Suryani Sutejo, menyampaikan apresiasi kepada Lakpesdam PCNU, Fatayat NU, serta seluruh pihak yang telah memfasilitasi terselenggaranya forum dialog tersebut.

Ia menilai dialog ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara tokoh adat, akademisi, dan organisasi perempuan dalam mencegah praktik perkawinan anak.

“Perkawinan anak merupakan faktor utama yang menghambat akses pendidikan, kesehatan perempuan, serta keberlanjutan masa depan generasi kita. Karena itu, diperlukan sinergi nyata dari para tokoh adat sebagai pemegang nilai-nilai kehormatan dan tatanan moral di masyarakat,” jelasnya.

GOW, lanjutnya, berkomitmen untuk terus membangun kerja sama lintas organisasi serta melibatkan tokoh adat dan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan kesadaran masyarakat tanpa mengesampingkan perlindungan terhadap hak-hak anak.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru, SH., M.Si, yang menegaskan bahwa persoalan perkawinan anak merupakan tantangan serius bagi masa depan generasi pembangunan.

 

Deklarasi Komitmen Tokoh Adat dan Organisasi Perempuan dalam Pencegahan Perkawinan Anak
Deklarasi Komitmen Tokoh Adat dan Organisasi Perempuan dalam Pencegahan Perkawinan Anak

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai sektor, termasuk tokoh adat yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Saya memberikan apresiasi kepada PC Fatayat NU, Lakpesdam, serta GOW Kabupaten Sorong yang telah berkolaborasi menyelenggarakan dialog ini. Langkah ini sangat relevan dan strategis dalam upaya pencegahan perkawinan anak,” kata Johny Kamuru.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pelayanan yang nyata, termasuk dalam perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Keberadaan masyarakat adalah prioritas utama kita. Sebagai pejabat publik, tugas kita adalah melayani masyarakat dan menghadapi berbagai tantangan dengan sikap bijak serta penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SUB Mitra Program Inklusi, Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sorong, Fatayat NU Kabupaten Sorong, dan Lakpesdam NU Kabupaten Sorong sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan perkawinan anak.

Selain itu, kegiatan ini juga diakhiri dengan Deklarasi Komitmen Tokoh Adat dan Organisasi Perempuan dalam Pencegahan Perkawinan Anak, yang menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara adat, organisasi perempuan, dan pemerintah daerah.

Melalui dialog ini diharapkan lahir berbagai gagasan serta langkah nyata yang dapat memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sorong, sekaligus memastikan generasi masa depan tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman, sehat, dan berkeadilan.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store