Penguatan Kepemimpinan Pemuda Desa Berbasis AI Dukung Tata Kelola Efektif

Editor: Bahiyyah Azzahra
Kabar Baru, Suarabaya – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pemuda desa dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang besar untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan. Transformasi digital tidak lagi menjadi isu perkotaan semata, melainkan telah merambah hingga ke tingkat desa. Dalam konteks inilah, penguatan kapasitas kepemimpinan pemuda desa menjadi kebutuhan mendesak agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak dan produktif.
Pemuda memiliki peran fundamental sebagai agent of change, social control, dan moral force. Namun, peran tersebut tidak akan optimal tanpa kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berbasis pengetahuan. Kepemimpinan hari ini tidak cukup hanya mengandalkan karisma atau senioritas, tetapi harus dibangun melalui kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, serta pemanfaatan teknologi secara etis dan strategis.
Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas tersebut, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) R8 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Pemuda Desa Berbasis AI di Dusun Bulak Kunci, Kecamatan Pacet, pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar Karang Taruna sebagai aktor utama organisasi kepemudaan desa yang memiliki peran vital dalam dinamika sosial dan pembangunan lokal.
Workshop ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, yaitu Bapak I Gde Sandy Satria, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan memengaruhi dan mengarahkan orang lain menuju tujuan bersama. Berbagai gaya kepemimpinan diperkenalkan, mulai dari otokratis, demokratis, transformasional, hingga laissez-faire, lengkap dengan karakteristik dan konteks penerapannya dalam organisasi.
Lebih jauh, diskusi dikaitkan dengan realitas pemuda saat ini yang hidup di era banjir informasi dan media sosial. AI dapat menjadi alat bantu yang sangat berguna dalam pengelolaan organisasi, mulai dari perencanaan program, pengolahan data, komunikasi publik, hingga pengambilan keputusan. Namun, tanpa literasi digital dan etika kepemimpinan yang kuat, teknologi justru berpotensi melemahkan daya kritis dan tanggung jawab sosial pemuda.
Melalui workshop ini, peserta diajak untuk merefleksikan kembali peran pemuda sebagai pilar bangsa, sebagaimana dicontohkan oleh tokoh-tokoh besar dunia seperti Soekarno, Mahatma Gandhi, dan Nelson Mandela. Nilai nasionalisme, integritas, inklusivitas, serta kepemimpinan yang berorientasi pada kemanusiaan menjadi fondasi utama yang harus tetap dijaga, meskipun teknologi terus berkembang.
Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemuda desa, dan akademisi mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penguatan kepemimpinan pemuda desa berbasis AI bukan sekadar program seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan tata kelola organisasi desa yang efektif, berdaya, dan berkelanjutan.
Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai desa lainnya. Dengan pemuda yang memiliki kapasitas kepemimpinan adaptif dan literasi teknologi yang baik, desa akan lebih siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri dan nilai- nilai kebangsaan.
Penulis :
1. DANDI ARYA SAPUTRA (1312300127)
2. YUKE LAUDYA (1312300260)
3. ANGGI VERNA RAHMAIDA (1112300040)
4. ANISA ARMAATUS SOLIKHA (1112300083)
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

