Paus Leo Tegur Trump: Jangan Gunakan Nama Tuhan demi Ambisi Perang

Jurnalis: Achmad Salim
Kabar Baru, Roma – Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV, mengeluarkan pernyataan keras terhadap para pemimpin dunia yang memicu konflik bersenjata.
Di hadapan puluhan ribu jemaat pada perayaan Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus, Paus menegaskan bahwa Tuhan menolak doa orang-orang yang memiliki tangan penuh darah akibat peperangan.
Paus asal Amerika Serikat ini menekankan bahwa sosok Yesus Kristus adalah Raja Damai yang tidak boleh menjadi alat pembenaran bagi aksi kekerasan atau invasi militer apa pun.
Pernyataan ini muncul sebagai teguran moral di tengah meningkatnya tensi global dan penggunaan narasi agama dalam konflik bersenjata belakangan ini.
Tangan Penuh Darah Trump
Mengutip ayat suci Alkitab, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa Tuhan tidak akan mendengarkan permohonan mereka yang terus melanggengkan kekerasan.
Ia menyebut Yesus menyingkapkan wajah Tuhan yang penuh kelembutan dan selalu menolak penggunaan senjata, bahkan saat menghadapi penyaliban-Nya sendiri.
“Yesus tidak mendengarkan doa orang-orang yang berperang, tetapi menolaknya. Sekalipun kamu banyak berdoa, Aku tidak akan mendengarkan karena tanganmu penuh darah,” ujar Paus Leo XIV dikutip dari Reuters oleh Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Minggu (29/03/2026).
Ia juga mengingatkan momen saat Yesus menegur pengikut-Nya yang menghunuskan pedang saat proses penangkapan di Taman Getsemani.
Sindiran untuk Militer AS-Israel
Meski tidak menyebut nama secara spesifik, pidato Paus ini diyakini menyasar para pemimpin dunia yang terlibat dalam ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Paus Leo XIV dalam beberapa pekan terakhir memang gencar mengkritik serangan udara militer yang bersifat tidak pandang bulu dan menuntut gencatan senjata segera.
Kritik ini juga menjadi respons terhadap fenomena pejabat Amerika Serikat yang menggunakan bahasa religius Kristen untuk membenarkan invasi gabungan terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.
Bahkan, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, baru-baru ini memicu kontroversi setelah memimpin doa di Pentagon yang memohon ‘kekerasan luar biasa’ terhadap pihak lawan.
Pesan Damai Menjelang Paskah
Menutup pesannya, Paus mengajak umat manusia untuk kembali pada esensi kelembutan Tuhan yang menolak segala bentuk kekerasan.
Ia menegaskan bahwa kekuasaan sejati bukan terletak pada kekuatan senjata, melainkan pada kemampuan untuk membawa kedamaian dan belas kasihan bagi sesama.
Pesan ini sekaligus membuka rangkaian Pekan Suci menjelang Paskah, di mana Paus berharap para pemimpin dunia segera meletakkan senjata dan menghentikan pertumpahan darah yang terus memakan korban jiwa warga sipil.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

