Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Menjahit Puzzle Kemiskinan dengan Strategi Orkestrasi dan Kolaborasi

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.

Jurnalis:

Kabar Baru, NTB- Desa Taman Ayu di Kecamatan Gerung kini menjadi sorotan utama dalam program “Desa Berdaya” Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa yang memiliki karakteristik geografis unik ini menyimpan potensi wisata besar, namun sekaligus berhadapan dengan tantangan lingkungan dan ekonomi yang kompleks.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa penanganan kemiskinan di Desa Taman Ayu tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia memperkenalkan strategi “Orkestrasi dan Kolaborasi” untuk menyatukan berbagai program yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

​”Kemiskinan adalah fenomena dengan banyak wajah. Kita tidak bisa hanya menyelesaikan satu aspek, seperti sampah saja atau bencana saja, lalu berharap kemiskinan selesai. Semua elemen—Provinsi, Kabupaten, Desa, hingga swasta—harus bergerak bersama dalam satu irama,” tegasnya.

Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa langkah awal yang telah dilakukan adalah validasi data kemiskinan ekstrem. Dari estimasi awal 7.000 jiwa, hasil verifikasi tim pendamping menunjukkan angka riil berada di angka 4.000 jiwa.

​Untuk mengintervensi hal ini, Pemprov NTB menyiapkan dua skema:

Level Desa: Kucuran dana sekitar Rp 500 juta untuk penguatan infrastruktur dan potensi desa.

Level Keluarga: Intervensi langsung pada kebutuhan rumah tangga sasaran.

​”Fokus kita adalah Ketahanan Pangan dan Pariwisata. Saya minta pendamping desa tidak mulai dari nol, tapi kumpulkan puzzle yang sudah ada dari PKH atau program desa sebelumnya,” tambahnya.

​Sementara itu, Kepala Desa Taman Ayu, Muhammad Tajudin, memaparkan kondisi desanya yang diapit oleh dua sungai besar, Sungai Babak dan Sungai Dodokan, serta berbatasan langsung dengan laut di sisi barat dan pegunungan di sisi timur. Selain keindahan alam, hampir setiap dusun di Taman Ayu memiliki kekayaan seni, mulai dari Wayang, Gamelan, Gendang Beleq, hingga Tenun.

​Namun, di balik potensi tersebut, Tajudin mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait abrasi pantai yang telah melenyapkan sekitar 70 hektare lahan pantai, termasuk 10 hingga 20 hektare tanah milik warga.

​”Abrasi ini sangat parah, hingga membentuk pola seperti sabit jika dilihat dari peta Lombok. Kami sudah berkomunikasi dengan Provinsi, namun biaya pembangunan breakwater memang sangat besar. Bahkan tanaman cemara dan bangunan groin yang ada sebelumnya pun hanyut diterjang laut,” ungkapnya.

​Selain abrasi, masalah polusi udara dari aktivitas truk material dan debu batu bara di sekitar kawasan PLTU serta bau sampah juga menjadi tantangan yang mengurangi kenyamanan desa yang sejatinya sangat cantik ini.

​Sejalan dengan visi Gubernur, Kades Tajudin menyatakan bahwa pihaknya juga tengah fokus mengurai kemiskinan pada kelompok paling rentan. Saat ini, Desa Taman Ayu telah memiliki struktur formal berupa Forum Disabilitas dan Forum Sekolah Setara untuk perempuan guna memastikan kelompok ini tetap berdaya dan tidak tertinggal dalam proses pembangunan.

​Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi hangat dengan Gubernur, jajaran OPD Provinsi, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dan warga desa untuk merumuskan langkah konkret mengatasi abrasi dan mengoptimalkan potensi wisata Taman Ayu sebagai motor penggerak ekonomi warga.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store