Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Kuda di Purwakarta Diperiksa, Dua Penyakit Jadi Perhatian Diskanak

IMG_20260921_153623
Kabid Keswan Kesmavet Diskanak Purwakarta drh Wini Karmila memberikan vitamin dan obat cacing serta mengambil sampel kuda untuk pemeriksaan laboratorium.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Purwakarta memperkuat pengawasan kesehatan kuda melalui pelayanan kesehatan hewan dan pemeriksaan sampel di laboratorium. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung deteksi dini penyakit sekaligus memastikan kondisi kesehatan dan kesejahteraan kuda tetap terjaga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian World Rabies Day 2026 dan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan, sekaligus tindak lanjut pelayanan vaksinasi rabies gratis yang digelar Diskanak Purwakarta pada 17 September 2026.

Pelayanan kesehatan kuda dilaksanakan di Stable Jirga dan Stable Radja, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Petugas memberikan vitamin dan obat cacing, melakukan desinfeksi, serta mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Diskanak Purwakarta, drh Wini Karmila, mengatakan pelayanan tersebut merupakan bagian dari surveilans kesehatan hewan untuk memantau kondisi kuda sekaligus mendeteksi kemungkinan penyakit sejak dini.

“Pelayanan ini tidak hanya memberikan perawatan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari surveilans untuk mengetahui kondisi kesehatan kuda dan mendeteksi penyakit sedini mungkin,” ujar Wini.

Sampel yang diambil selanjutnya diperiksa melalui koordinasi dengan Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian. Pemeriksaan diarahkan untuk mendeteksi kemungkinan African Horse Sickness (AHS) dan Strangles, dua penyakit yang dapat menyerang kuda.

Wini menjelaskan, AHS merupakan penyakit akibat infeksi virus dari genus Orbivirus. Penularannya tidak terjadi secara langsung antarkuda, melainkan melalui vektor berupa serangga pengisap darah, terutama lalat kecil dari genus Culicoides.

Gejala AHS yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, pembengkakan di sekitar mata, kelopak mata, kepala dan leher, serta gangguan pernapasan. Pada kondisi tertentu, kuda juga dapat mengalami batuk dan mengeluarkan cairan berbusa dari hidung.

“Untuk AHS, salah satu upaya pencegahannya adalah pengendalian vektor atau serangga pembawa penyakit. Kuda juga dapat dikandangkan pada waktu aktivitas serangga pengisap darah meningkat, seperti pagi hari dan sore menjelang malam,” jelasnya.

Sementara itu, Strangles merupakan penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Streptococcus equi subspesies equi. Penyakit tersebut dapat menyebar melalui kontak langsung antarkuda maupun secara tidak langsung melalui peralatan kandang, tempat pakan dan tempat minum yang terkontaminasi cairan hidung atau nanah.

Gejalanya dapat berupa demam, penurunan nafsu makan, keluarnya cairan bernanah dari hidung, serta pembengkakan dan abses pada kelenjar getah bening di bawah rahang. Dalam kondisi tertentu, pembengkakan tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan.

Sebagai langkah pencegahan, pemilik kuda diimbau menerapkan biosekuriti secara ketat. Di antaranya dengan mengarantina kuda baru selama minimal empat minggu dan segera memisahkan kuda yang menunjukkan gejala sakit.

“Kalau ada kuda baru, sebaiknya dikarantina terlebih dahulu. Kemudian, apabila ada kuda yang menunjukkan gejala sakit, segera dipisahkan agar tidak menularkan penyakit kepada kuda lainnya,” kata Wini.

Selain berkoordinasi dengan Balai Veteriner Subang, Diskanak Purwakarta juga melakukan koordinasi dengan Bamin Pol Satwa (Kuda) Polda Jawa Barat. Koordinasi tersebut dilakukan karena sejumlah kuda yang mendapat pelayanan kesehatan dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan lomba berkuda Endurance PORDASI.

“Saya juga koordinasi dengan Bamin Pol Satwa (Kuda) Polda Jabar karena beberapa kuda dipersiapkan untuk kejuaraan lomba berkuda Endurance PORDASI. Jadi, kondisi kesehatan kuda perlu dipastikan dan dipantau dengan baik,” ujar Wini.

Ke depan, Diskanak Purwakarta akan memperluas pelayanan kesehatan kuda kepada pemilik secara perorangan di berbagai wilayah Kabupaten Purwakarta. Pelayanan tidak hanya menyasar kuda yang berada di stable, tetapi juga kuda delman dan kuda tarik yang digunakan masyarakat.

Perluasan pelayanan diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pemantauan kesehatan hewan serta mendorong pemilik kuda lebih aktif menerapkan pola pemeliharaan dan pencegahan penyakit.

Melalui pelayanan yang dilakukan secara langsung dan berkelanjutan, Diskanak Purwakarta berupaya memastikan kondisi kesehatan kuda tetap terpantau, potensi penyakit dapat diketahui lebih awal, serta langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kesehatan dan kesejahteraan kuda, tetapi juga memberikan manfaat bagi pemilik dan masyarakat yang memanfaatkan kuda dalam berbagai aktivitas. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store