Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Kasus Pengusiran Nenek Viral, Ketua IKAMA Tegaskan Itu Ulah Oknum

IMG_4550
Ketua Umum Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), H. Muhammad Raw.

Jurnalis:

Kabar Baru, Bangkalan– Ketua Umum Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), H. Muhammad Rawi, mengajak seluruh masyarakat Madura, baik yang berada di daerah maupun di perantauan, untuk tidak mudah terprovokasi dan menolak segala bentuk tindakan anarkis yang mencederai nilai-nilai luhur budaya Madura.

Ajakan itu disampaikan H. Muhammad Rawi saat memberikan keterangan kepada awak media dalam pertemuan yang digelar di Kantor KIBIS Madewan, Bangkalan, menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum refleksi 26 tahun perjalanan IKAMA dalam menjaga persatuan dan marwah orang Madura.

“Pertemuan ini sengaja kami gelar untuk menyampaikan doa dan harapan di tahun baru ke-26 IKAMA. Semoga masyarakat Madura, bangsa Indonesia, dan seluruh komunitas diberikan kesuksesan serta keselamatan. Kami juga mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera dan Aceh agar diberi ketabahan serta segera mendapatkan pembangunan yang meringankan beban mereka,” ujar H. Rawi, Rabu, (31/12/25) kemarin.

Ia menjelaskan, IKAMA didirikan oleh para ulama dan tokoh nasional pada 1974, di antaranya Kyai Amin Imron, Kyai Sukron Makmum, dan Kyai Sa’ad Samdan, dengan tujuan memberikan kemaslahatan umat, khususnya umat Islam dan masyarakat Madura.

Menurutnya, kehadiran IKAMA juga untuk meluruskan stigma negatif terhadap karakter orang Madura yang selama ini kerap disalahpahami oleh sebagian pihak.

“Orang Madura berpedoman pada falsafah bapak-babu, guru dan adat: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jika ada yang melanggar nilai itu, maka mereka adalah oknum dan harus kita perbaiki bersama, bukan mewakili Madura secara keseluruhan,” tegasnya.

Terkait insiden yang belakangan mencuat dan mengatasnamakan komunitas Madura, Rawi menegaskan bahwa seluruh komunitas Madura di perantauan mengecam keras tindakan tersebut. Bahkan, ia mengaku menerima banyak telepon dari luar negeri seperti Jepang, Arab Saudi, Malaysia, dan Mesir, yang menyampaikan kegelisahan atas kejadian itu.

“Mereka merasa tidak nyaman karena seolah-olah disamakan dengan oknum pelaku. Padahal orang Madura itu sangat patuh kepada orang tua, apalagi seorang nenek. Kejadian kemarin itu jelas dikutuk oleh komunitas Madura di seluruh perantauan,” katanya.

Atas nama IKAMA, H. Muhammad Rawi juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Timur yang dinilai proaktif menangani kasus tersebut secara tegas.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda. Informasi yang kami terima, para pelaku sudah ditahan. Mudah-mudahan ini menjadi efek jera dan pelajaran agar tidak mudah diprovokasi oleh kelompok tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rawi menegaskan bahwa IKAMA sejak 20 tahun lalu telah menjalankan program ekonomi kerakyatan melalui pelatihan kerja, koperasi usaha mandiri, dan pengembangan UMKM, sebagai solusi bagi pemuda Madura yang menganggur.

“Kami tidak ingin anak-anak muda hanya diberi uang receh lalu dibiarkan tanpa masa depan. Silakan datang ke IKAMA, kami siapkan pelatihan kerja, mulai dari satpam, pedagang kecil, UMKM, hingga sektor pelayaran,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para pemuda Madura agar tidak mau diajak oleh mafia tanah maupun kelompok yang berpotensi menyeret mereka pada persoalan hukum.

Menutup pernyataannya, Rawi berharap tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, serta menjadi momentum kebangkitan Madura melalui penciptaan lapangan kerja.

“Jembatan Suramadu sudah digratiskan, sekarang saatnya membangun Madura agar masyarakatnya punya pekerjaan dan tidak mudah terjerumus pada kejahatan. Jangan karena satu-dua orang, nama Madura jadi korban. Mari kita jaga bersama, khususnya di Surabaya sebagai Kota Pahlawan,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store