IKA FISIP UINSA Desak Pemekaran Dapil DPRD Surabaya

Editor: Khansa Nadira
Kabar Baru, Surabaya — IKA FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya mendorong adanya pemekaran daerah pemilihan (dapil) dan penambahan kursi DPRD Kota Surabaya.
Langkah itu dinilai mendesak untuk mengatasi ketidakseimbangan representasi politik seiring pertumbuhan penduduk Surabaya yang telah melampaui tiga juta jiwa.
Ketua IKA FISIP UINSA Surabaya, Taufiq M.S., M.AP., menyebut komposisi 50 anggota DPRD yang terbagi dalam lima dapil sudah tidak lagi proporsional dengan beban legislasi, pengawasan, dan penyerapan aspirasi di kota metropolitan.
“Rasio penduduk per anggota DPRD harus kembali diseimbangkan agar setiap suara memiliki bobot yang setara,” tegasnya.
Ia menilai ketimpangan representasi berpotensi menurunkan kualitas demokrasi lokal karena legislatif menanggung konstituen yang terlalu besar.
Pihaknya meminta KPU memegang prinsip kesetaraan suara, kohesivitas wilayah, dan integritas administratif dalam mengevaluasi struktur dapil.
“Penambahan dapil atau kursi bukan sekadar isu teknis, tetapi berdampak pada kualitas pelayanan publik, efektivitas pengawasan anggaran, hingga percepatan pembangunan,” ujarnya.
IKA FISIP UINSA, lanjut Taufiq, siap menjadi ruang dialog konstruktif.
“Surabaya membutuhkan desain dapil yang modern, adaptif, dan adil untuk masa depan demokrasi lokal,” tutupnya.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

