Heboh! Seskab Teddy Diduga Digampar Jenderal Kopassus Guncang Ring Satu Istana

Jurnalis: Muhammad Oby
Kabarbaru, Jakarta – Jagat media sosial, khususnya platform Threads, tengah diramaikan oleh unggahan akun @jhon_jonay yang mengklaim adanya insiden penamparan terhadap sosok yang disebut “Bunted” yang dikaitkan dengan sosok letkol Teddy Indra Wijaya lingkungan Ring 1 Istana.
“Dengar informasi si bunted digampar ya..? Issuenya dia digampar sama Sjafrie”
Gw tadi
“pagi ketemu org ring 1 istana yg kebetulan ada disana pas kejadian & itu bukan Sjafrie” tulis akun @jhon_jonay
Menurut cerita yang dibagikan, peristiwa bermula dari agenda pertemuan antara Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Letjen Djon Afriandi, dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar 30 menit.
“Jadi bbrp hari yg lalu Pangkopassus Letjen Djon Afriandi dijadwalkan bertemu presiden & schedulenya selama 30 menit. Singkat cerita, Djon Afriandi dtng ke istana & mengatur tamu utk ketemu presiden termasuk protokoler yah..si bunted. Sama bunted alih alih langsung ke ruangan malah disuruh duduk di ruang tunggu” tulis akun jhon_jonay
Namun, setibanya di lokasi, Letjen Djon Afriandi disebut tidak langsung diarahkan masuk ke ruang pertemuan. Ia justru diminta menunggu di ruang tunggu oleh pihak protokoler yang disebut sebagai “Bunted”.
Waktu terus berjalan hingga sekitar 20 menit, menyisakan hanya beberapa menit dari jadwal yang tersedia. Situasi ini berubah ketika Presiden Prabowo keluar dari ruang kerjanya dan melihat langsung Pangkopassus masih berada di luar.
“Menurut ordal ini, pangkopassus nunggu sampai 20 menitan & sisa wktu tinggal 5-10 menit tapi masih belum diminta masuk sampai tiba2 Prabowo keluar dari ruang kerjanya & ngeliat Djon Afriandi duduk.” Tulis akun @Jhon Jonay
Dalam narasi tersebut, Presiden disebut menegur keras kondisi tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan agenda resmi. Teguran itu disebut terjadi dengan nada tinggi, sementara Letjen Djon Afriandi merespons secara formal.
“Ditegur keraslah sama Prabowo: “Kau gimana ada janji bertemu saya malah duduk duduk disitu, jendral apa kau!” •Prabowo semakin marah & berteriak dari dlm ruang kerjanya di sisa wktu 5-10 menit jadwalnya”
“Djon Afriandi hny bisa bereaksi “Siap bapak presiden” [tapi didlm hati marah besar]” Tulis akun @Jhon Jonay
Setelah pertemuan singkat itu, sumber tersebut mengklaim Letjen Djon Afriandi keluar dengan emosi dan kemudian mencari sosok “Bunted”. Ketika bertemu, disebut terjadi tindakan penamparan yang disertai teguran keras.
“Singkat cerita, keluar ruangan dgn muka merah Djon Afriandi langsung cari si bunted, & Bgitu ketemu tanpa basa basi langsung digampar sambil bilang “kamu anak kecil mainin saya hah!”.
• Bunted ini berasal dari kopassus jadi scara almamater & korsa dia itu juniornya Pangkopassus Letjen Djon Afriandi ini. Kejadian ini tdk bnyk yg tau & tdk sampa meyebar kmana mana.” Tulis Akun @Jhon_Jonay
Unggahan itu juga menyebut bahwa hubungan keduanya masih berada dalam satu korps, di mana “Bunted” disebut sebagai junior di lingkungan Kopassus, sehingga dinamika senioritas turut disebut dalam cerita.
“Konon cuma sampai di ring 1 istana & pati elit TNI (jendral²), Tapi dgn adanya kejadian ini membuat mereka jadi punya nyali & berani utk speak up terutama jendral² bintang 3/4. Tadinyakan smua segan sama bunted ini krn dia jalur pintas ke Prabowo.”
• Jadi bukan Sjafrie yg kasih suvenir, tapi Letjen Djon Afriandi akmi & adhi makayasa 1995 yg dilantik Prabowo 10 Agustus 2025 sbg Pangkopassus.” Tulis Akun @Jhon_jonay.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

