Haji Her Tekankan Keteladanan Akhlak dalam Haul ke-101 Syaikhona Kholil

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabar Baru, Bangkalan – Tokoh masyarakat Khoirul Umam atau yang akrab disapa Haji Her menekankan pentingnya meneladani akhlak ulama dalam peringatan Haul ke-101 Syaikhona Muhammad Kholil, yang berlangsung khidmat di kawasan Makbaroh Bangkalan, Rabu, (01/04/26)
Di tengah ribuan jamaah yang memadati lokasi haul, Haji Her menyebut momentum ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana refleksi diri bagi umat Islam.
“Haul ini mengingatkan kita bahwa setiap manusia pasti akan meninggal dunia. Yang terpenting adalah bagaimana kita meneladani akhlak beliau untuk kehidupan ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya, nilai utama yang harus diwarisi dari Syaikhona Kholil bukan hanya keilmuan, tetapi juga akhlak dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai sosok ulama seperti Syaikhona Kholil sangat langka di era saat ini.
“Yang paling penting bagi generasi muda adalah meneladani akhlaknya. Sosok seperti beliau sangat sulit ditemukan di zaman sekarang,” tegasnya.
Haji Her juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pondok pesantren sebagai pusat pendidikan karakter dan keilmuan Islam, khususnya dalam menjaga warisan nilai-nilai yang telah ditanamkan para ulama.
Sementara itu, rangkaian Haul ke-101 Syaikhona Kholil tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan religius dan sosial. Salah satu panitia sekaligus dzurriyah Syaikhona Kholil, Ra Hasbullah Muhtarom, menyampaikan bahwa kegiatan haul tidak hanya berfokus pada doa bersama, tetapi juga edukasi masyarakat.
“Di antaranya ada pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Selain itu, kami juga menghadirkan pameran karya Al-Qur’an tulisan tangan Syaikhona Kholil beserta tafsirnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, karya tulis tangan tersebut menjadi bukti keilmuan tinggi Syaikhona Kholil yang terus diwariskan kepada generasi penerus. Bahkan dalam salah satu bagian tafsirnya, terdapat pesan agar karya tersebut terus dikaji oleh para ulama dan pecinta Al-Qur’an.
Puncak kegiatan haul digelar sejak waktu Magrib dengan rangkaian pembacaan rotib, tahlil bersama, hingga penyampaian kalam ilmiah oleh Agus Munawar.
Ke depan, panitia berencana mengemas kegiatan haul dengan lebih variatif tanpa meninggalkan esensi utamanya. Selain tahlil, kegiatan akan diperkaya dengan kajian ilmiah dan publikasi karya-karya Syaikhona Kholil agar lebih dikenal luas, khususnya oleh generasi muda.
Haul ke-101 ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga momentum memperkuat warisan akhlak dan keilmuan, sebagaimana ditekankan Haji Her, agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

