Ecoton dan Alumni Unair Uji Mikroplastik di Ruang Publik Gresik
Jurnalis: Arif Muhammad
Kabar Baru, Gresik — Ancaman mikroplastik kian dekat dengan keseharian warga. Untuk memperlihatkannya secara gamblang, Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga menggelar booth uji mikroplastik di area Car Free Day (CFD) Gresik, Sabtu pagi.
Berlokasi di depan Gedung Wahana Ekspresi Seni dan Olahraga Gresik, kegiatan ini mengajak pengunjung melihat langsung partikel mikroplastik melalui mikroskop digital. Sampel yang diuji berasal dari air minum kemasan plastik, seduhan minuman, hingga produk perawatan tubuh (skincare). Hasilnya menunjukkan keberadaan mikroplastik dengan beragam bentuk, termasuk jenis film yang tampak mengkilap.
Temuan tersebut membuat sebagian pengunjung terkejut. Amel (16), siswi SMK Manyar, mengaku telah mengenal istilah mikroplastik, namun tak menyangka partikel itu juga ditemukan pada produk perawatan tubuh.
“Saya sudah tahu tentang mikroplastik, tapi tidak menyangka kalau mikroplastik jenis film yang mengkilap juga bisa ada di skincare. Ini jadi bikin lebih waspada memilih produk yang dipakai sehari-hari,” ujar Amel.
Keterkejutan serupa disampaikan Adit, perwakilan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) sekaligus alumni Universitas Airlangga, setelah melihat hasil uji air minum kemasan yang dikonsumsi setiap hari.
“Kami kaget melihat temuan mikroplastik dari air minum kemasan yang sehari-hari kita konsumsi. Selama ini tanggung jawab sering dibebankan hanya ke pemerintah dan masyarakat, padahal produsen juga harus bertanggung jawab. Apalagi baru diketahui bahwa mikroplastik bisa mengganggu hormon,” tegas Adit.
Selain uji mikroplastik, kegiatan ini juga diisi edukasi bahaya sampah sachet oleh komunitas Refilin. Melalui pendekatan interaktif, pengunjung diajak memahami dampak lingkungan kemasan sekali pakai serta diperkenalkan pada alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Ecoton menilai, temuan mikroplastik dalam berbagai produk konsumsi dan kebutuhan harian menandakan pencemaran plastik telah memasuki fase mengkhawatirkan. Partikel mikroplastik berpotensi masuk ke tubuh manusia melalui makanan, minuman, maupun kontak kulit, dan dalam jangka panjang dapat memicu gangguan kesehatan.
Melalui kolaborasi ini, Ecoton dan Ikatan Alumni Universitas Airlangga mendorong peningkatan literasi publik sekaligus menuntut regulasi yang lebih tegas terhadap plastik sekali pakai dan bahan berpotensi mikroplastik dalam produk konsumen. Masyarakat juga diajak memulai langkah sederhana, seperti membawa botol minum sendiri, mengurangi kemasan sachet, dan lebih kritis dalam memilih produk sehari-hari.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

