Dominasi Teknologi Nuklir China-Prancis Jadi Sorotan Utama di KTT Paris 2026

Jurnalis: Achmad Salim
Kabar Baru, Paris – Sebanyak lebih dari 30 negara, termasuk raksasa ekonomi seperti China, Prancis, Jepang, dan Kanada, resmi mempertegas komitmen mereka untuk memajukan inovasi energi nuklir global.
Kesepakatan strategis ini lahir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Energi Nuklir kedua yang berakhir di Paris, Selasa (10/03/2026).
Para pemimpin negara dan organisasi internasional yang hadir menelurkan pernyataan bersama bertajuk Energi Nuklir yang Aman dan Terjangkau untuk Semua.
Dokumen tersebut menekankan pentingnya nuklir sebagai solusi menghadapi krisis iklim dan kebutuhan energi masa depan yang terus membengkak.
Fokus pada Inovasi dan Keamanan
Dalam pernyataan tersebut, para peserta berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja operasional, aspek keselamatan, hingga kelayakan ekonomi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Selain itu, negara-negara peserta sepakat memperkuat ketahanan industri nuklir beserta rantai pasokannya guna memastikan distribusi energi yang stabil di tingkat global.
Komitmen ini juga menyasar negara-negara yang baru mulai menjajaki energi nuklir.
Para pemimpin dunia berjanji akan memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kapasitas industri lokal serta keterlibatan pemangku kepentingan agar transisi energi hijau dapat berjalan lebih merata di seluruh dunia.
Peran China di Sektor Nuklir Global
Kerja sama internasional yang China bangun di bidang nuklir menarik perhatian besar dan menuai pujian luas selama KTT berlangsung.
CEO EDF (perusahaan listrik Prancis), Bernard Fontana, menyebutkan bahwa ekspansi pusat data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menjadikan energi nuklir sebagai solusi utama yang tak terelakkan saat ini.
Fontana secara khusus mengapresiasi mitra-mitra asal China yang telah berbagi pengalaman sukses dalam penyelesaian proyek PLTN secara cepat dengan biaya yang terkendali.
Kerja sama antara Prancis dan China sendiri sudah terjalin erat sejak era 1980-an, salah satunya melalui pembangunan bersama PLTN Taishan yang legendaris.
Peluang Ekspansi ke Benua Afrika
Presiden China General Nuclear Power Corporation (CGNPC), Pang Songtao, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperluas kerja sama luar negeri.
CGNPC berkomitmen untuk berintegrasi dalam ekosistem energi bersih melalui Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra demi menyediakan pasokan energi yang stabil bagi dunia.
Potensi kerja sama ini pun disambut baik oleh Ketua Komisi Energi Nuklir Afrika (AFCONE), Gaspard Liyoko Mboyo.
Ia menilai kemajuan teknologi nuklir China merupakan peluang besar bagi benua Afrika yang saat ini memiliki kebutuhan energi sangat signifikan.
Sinergi antara Afrika dan China di bidang nuklir diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur energi bersih di masa depan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

