Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Dokter Paru: Rokok Ilegal Bisa Mempercepat Usia Kematian Seseorang

Kabarbaru.co
Ilustrasi Seorang pria Dewasa sedang Merokok (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabarbaru, Jakarta – Momentum bulan suci Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat, salah satunya dengan berhenti merokok.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Tjandra Yoga Aditama, mengajak masyarakat memanfaatkan kebiasaan berpuasa sebagai langkah awal untuk menghentikan kebiasaan merokok secara total.

Menurut Prof Tjandra, selama menjalankan puasa umat Muslim secara otomatis menahan diri dari merokok sejak sahur hingga waktu berbuka. Kebiasaan ini menjadi bukti bahwa ketergantungan terhadap rokok sebenarnya bisa dikendalikan apabila disertai niat yang kuat.

“Para perokok yang berpuasa akan berhenti merokok sejak sahur sampai berbuka puasa. Masyarakat luas agar memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan tahun ini untuk berhenti merokok sepenuhnya,” kata Prof Tjandra dalam keterangannya.

Mantan Direktur Penyakit Menular di World Health Organization wilayah Asia Tenggara itu menjelaskan bahwa rokok mengandung ribuan senyawa kimia berbahaya. Ratusan di antaranya merupakan zat beracun yang berkaitan dengan berbagai penyakit serius, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit jantung dan kanker.

“Ratusan jenis senyawa kimia di antaranya merupakan zat beracun dan berhubungan dengan kejadian puluhan penyakit, dari kepala sampai ke kaki,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dampak buruk rokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga oleh orang-orang di sekitarnya yang ikut terpapar asap rokok. Dalam suasana Ramadhan yang identik dengan memperbaiki diri, masyarakat diharapkan dapat menghindari kebiasaan yang berpotensi merugikan kesehatan diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, kebiasaan langsung merokok saat berbuka puasa sebaiknya dihindari. Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh berada dalam kondisi relatif lemah sehingga merokok justru bisa memperparah dampak buruk bagi kesehatan.

Prof Tjandra menegaskan bahwa rokok pada dasarnya sangat berbahaya bagi kesehatan. Risiko tersebut bahkan bisa lebih besar jika yang dikonsumsi adalah rokok ilegal, karena produk tersebut tidak melalui pengawasan mutu dan kandungannya tidak terjamin sehingga potensi bahayanya bagi tubuh bisa jauh lebih tinggi.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store