Bukan Sekadar Outing Class, Ini Cara SMPN 1 Purwakarta Siapkan Generasi Tangguh

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Upaya penguatan pendidikan karakter terus dilakukan SMPN 1 Purwakarta. Melalui program “7 Poe Atikan Istimewa”, sekolah tersebut menggelar kegiatan pendidikan kecakapan hidup bagi siswa kelas VII di Taman Anak Surawisesa, Jalan KK Singawinata, Sabtu (14/2).
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Komunitas Kaulinan Barudak Awi Kadaek sebagai mitra Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.
Kepala SMPN 1 Purwakarta, H. Patoni, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar outing class, melainkan bagian dari strategi sekolah dalam membentuk generasi yang tangguh dan berkarakter.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa kehidupan hari ini tidak terjadi secara instan. Ada proses panjang dan nilai perjuangan yang harus dihargai,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada berbagai keterampilan hidup tradisional, seperti menganyam, membuat dan memasang kancing, hingga memasak menggunakan hawu dan aseupan. Pembelajaran ini dirancang agar peserta didik mengenal proses kehidupan masa lalu sebelum era modern berkembang pesat.
Menurut H. Patoni, generasi muda saat ini tumbuh di tengah budaya serba cepat dan praktis. Karena itu, penting bagi sekolah menghadirkan pengalaman belajar yang membumi dan kontekstual.
“Untuk menikmati sepiring nasi saja, prosesnya panjang dari menanam padi, merawat, memanen, hingga mengolahnya. Anak-anak perlu memahami dan menghargai setiap tahapan itu. Inilah nilai karakter yang kami tanamkan,” tegasnya.
Program ini juga menjadi bagian dari pola pembelajaran hari Sabtu yang dikemas dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, habituasi, dan outing class. Jika Senin hingga Jumat difokuskan pada capaian akademik berbasis kurikulum, maka Sabtu diarahkan pada penguatan karakter melalui pengalaman langsung.
Seluruh wali kelas VII turut hadir mendampingi siswa, sementara pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada orang tua sebagai bentuk transparansi dan kolaborasi.
H. Patoni menambahkan, visi sekolah adalah mewujudkan peserta didik yang cerdas secara intelektual dan kuat secara karakter. Kecerdasan dibangun melalui ilmu pengetahuan, sedangkan karakter ditempa melalui pengalaman, nilai, dan pemahaman terhadap akar budaya.
“Kami berharap anak-anak siap hidup dalam berbagai situasi siap dengan gaya tradisional maupun modern. Mereka harus mengenal kehidupan di lembur, memahami sawah dan pematang, serta proses pengolahan padi. Dengan begitu, mereka memiliki fondasi budaya yang kuat sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.
Ke depan, hasil pembelajaran seperti pembuatan pot bunga dari anyaman limbah akan dikembangkan di lingkungan sekolah sebagai pengayaan ekstrakurikuler. Melalui langkah ini, SMPN 1 Purwakarta berharap dapat terus melahirkan generasi yang adaptif, berakar pada nilai budaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

