Bos Bukit Damai Sumenep Minta Dirut BNI Tegas Sikapi Kasus KPR

Jurnalis: Rifan Anshory
Kabar Baru, Sumenep — Pengembang Perumahan Bukit Damai, Batuan, Sumenep, Nanda Wirya Laksana, meminta Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. untuk bersikap arif, tegas, dan bijaksana dalam menyikapi persoalan kasus KPR Firda.
Ia menekankan agar pimpinan BNI tidak mencampuradukkan antara hak dan batil, serta tidak melindungi pihak-pihak yang terbukti melakukan kekeliruan.
Menurutnya, kasus tersebut merupakan ujian bagi BNI, karena kepemimpinan yang kuat ditunjukkan melalui keberanian menegakkan kebenaran, bukan melindungi jajaran yang terlibat dalam ketidakbenaran.
“Tidak ada yang namanya mengakui kesalahan lalu menjatuhkan marwah pribadi maupun organisasi. Justru dengan mengakui kesalahan, marwah dan kehormatan akan semakin tinggi karena masyarakat akan menghormati kejujuran dan keberanian itu,” kata Wirya, Jumat (16/1).
Wirya menyinggung nilai-nilai kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 42 tentang larangan mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan.
Ia juga mengisahkan teladan keadilan Umar bin Khattab dalam menangani pengaduan seorang lelaki Yahudi terhadap Gubernur Mesir saat itu, Amr bin Ash.
Dalam kisah itu, Umar bin Khattab menegur Amr bin Ash secara tegas agar tetap berlaku lurus dan adil, meski niat kebijakan yang diambil Amr bin Ash berkaitan dengan kepentingan umat.
Teguran itu, kata Wirya, menjadi simbol bahwa kekuasaan tidak boleh digunakan untuk merampas hak siapa pun, sekalipun atas nama kebaikan.
“Dari kisah itu, kita belajar bahwa niat baik tidak membenarkan cara yang salah. Hak tetaplah hak, dan tidak boleh dirampas dengan alasan apa pun,” ujarnya.
Wirya berharap nilai-nilai kepemimpinan Umar bin Khattab dapat menjadi teladan bagi seluruh jajaran BNI, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Ia menegaskan, sikap adil, jujur, dan berani mengoreksi kesalahan merupakan fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan milik negara.
“Kami berharap BNI dikelola dengan kepemimpinan yang tidak mencampuradukkan hak dan batil, serta menjunjung tinggi keadilan bagi semua pihak,” pungkasnya.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

