Bonbol Dapat Pemangkasan Anggaran Hampir Rp100 Miliar, Fokus Empat Sektor

Jurnalis: Pengki Djoha
Kabar Baru, Gorontalo–Bupati Bone Bolango Ismet Mile menyampaikan arahan pada apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) awal tahun 2026 di Lapangan Alun-Alun Bone Bolango, (2/1/2026).
Turut hadir Wakil Bupati Risman Tolingguhu, Sekretaris Daerah Iwan Mustapa, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, seluruh ASN, dan aparatur pemerintah desa.
Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Bone Bolango mengalami efisiensi anggaran signifikan dengan pemangkasan mencapai hampir Rp100 miliar. Kondisi ini menuntut seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih cermat, terukur, dan berorientasi pada hasil.
“Tahun anggaran 2026 kita mengalami efisiensi. Bone Bolango terkena pemangkasan anggaran hampir Rp100 miliar. Karena itu, pemanfaatan dan efektivitas anggaran harus benar-benar tepat sasaran,” ungkap Ismet Mile.
Dia menekankan bahwa keterbatasan fiskal harus direspons dengan penguatan prioritas pembangunan. Seluruh belanja daerah wajib dikorelasikan secara langsung dengan empat program unggulan daerah, yakni sektor pertambangan, peternakan, pendidikan, dan kesehatan.
“Anggaran yang ada harus berdampak. Harus terkoneksi dengan program unggulan daerah, terutama pertambangan, peternakan, pendidikan, dan kesehatan. Ini menjadi fokus utama kita ke depan,” tegasnya.
Ismet juga mengingatkan seluruh ASN agar mengubah pola kerja dari sekadar rutinitas administratif menjadi kinerja yang berorientasi pada efektivitas dan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, efisiensi anggaran justru menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, inovasi, dan kualitas perencanaan pembangunan.
“Dalam kondisi anggaran terbatas, tidak ada ruang untuk pemborosan. Setiap rupiah harus memberi manfaat dan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tekan dia.
Bupati berharap seluruh perangkat daerah dapat menyelaraskan program dan kegiatan dengan arah kebijakan tersebut, sehingga pembangunan Bone Bolango tetap berjalan stabil, terukur, dan berkelanjutan meski berada dalam tekanan fiskal nasional.
“Efisiensi bukan alasan untuk menurunkan kinerja. Justru ini menjadi ujian bagi profesionalisme dan tanggung jawab kita sebagai aparatur pemerintah,” pungkasnya.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

