Jejak Sang Ayah Bersama Tim Presiden di Proyek IKN, Menginspirasi Nida Masuk Dunia Pemerintahan

Jurnalis: Wafil M
Kabar Baru, Bandung – Sosok muda kreatif Nida G F mulai menunjukkan langkah baru di ranah pemerintahan dan pembangunan nasional. Di tengah ketertarikannya pada dunia seni, budaya dan sejarah, Nida kini juga mulai aktif mendalami isu pertumbuhan ekonomi, pertanian, agro-teknologi, hingga science sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum sang ayah.
Ayah Nida diketahui merupakan seorang dosen Biokimia jurusan SITH di Institut Teknologi Bandung yang bernama Dr. Mamat Kandar, SP., MP. yang semasa hidupnya terlibat langsung dalam pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi. Dalam proyek terakhirnya, beliau menjadi salah satu perwakilan negara sekaligus pemberi materi yang bekerja bersama tim Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pembangunan petani di IKN melalui penerapan smart farming dan pupuk organik.
Smart farming sendiri merupakan metode pertanian berbasis teknologi informasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta kualitas hasil pertanian. Konsep ini dinilai menjadi salah satu solusi penting untuk menghadapi tantangan pertanian modern, mulai dari perubahan iklim, efisiensi lahan, hingga regenerasi petani muda di Indonesia.
Berangkat dari nilai dan perjuangan tersebut, Nida mulai menaruh perhatian lebih besar terhadap isu ketahanan pangan dan pengembangan teknologi pertanian. Menurutnya, generasi muda perlu mulai membuka diri terhadap perkembangan teknologi dan memahami pentingnya sinergi lintas sektor demi masa depan Indonesia.
Tidak hanya aktif di dunia kreatif, Nida kini juga mulai masuk ke lingkungan pemerintahan melalui keterlibatannya saat ini di Direktorat Jenderal Pemuda Parlemen Indonesia. Ia resmi dilantik sebagai bagian dari jajaran pengurus pusat pada 27 April 2026 di gedung DPR/MPR-DPD RI, Jakarta.
Langkah tersebut menjadi titik awal baru bagi Nida untuk mempelajari simulasi kebijakan negara sekaligus memahami bagaimana berbagai sektor, mulai dari ekonomi, budaya, pendidikan, pertanian, hingga teknologi. Bagaimana sektor tersebut dapat saling terhubung dalam pembangunan nasional.
“Harapannya, saya bisa lebih memahami bagaimana sinergi lintas sektor berjalan di Indonesia, terutama di bidang-bidang yang saat ini sedang saya tekuni. Dan karena keluarga selalu berpesan harus ada penerus setelah kakek dan ayah tidak ada,” ungkap Nida.
Kehadiran figur muda seperti Nida dinilai mencerminkan semakin besarnya minat generasi baru untuk terlibat dalam isu pembangunan nasional. Dengan latar belakang kreatif sekaligus kepedulian terhadap science dan teknologi pertanian, ia dianggap membawa perspektif baru yang relevan dengan kebutuhan Indonesia di masa depan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

