Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Affinity, Alternatif Software Desain yang Layak Dicoba!

affinity-chapteria

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Dalam dunia desain grafis, Adobe Creative Cloud (Photoshop, Illustrator, InDesign) telah lama dianggap sebagai standar industri yang tak tergoyahkan. Namun, dominasi ini datang dengan harga yang cukup mahal melalui sistem berlangganan bulanan yang bagi sebagian desainer—terutama freelancer dan pemula—terasa memberatkan. Apakah ada jalan keluar yang menawarkan kualitas profesional tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam setiap bulan? Jawabannya adalah Affinity.

Dalam lanskap industri kreatif yang dinamis, mengikuti tren teknologi dan desain adalah sebuah keharusan. Berbagai sumber wawasan seperti Chapteria kerap menyoroti bagaimana pergeseran budaya pop dan teknologi mempengaruhi standar visual masa kini.

Untuk mengeksekusi ide-ide tersebut menjadi karya nyata, desainer membutuhkan perangkat yang andal namun efisien. Di sinilah nama Affinity mencuat sebagai “kuda hitam” yang wajib diperhitungkan.

Kini, di bawah naungan raksasa teknologi Canva, Affinity telah berevolusi menjadi Affinity by Canva—sebuah aplikasi tunggal (All-in-One) yang menggabungkan seluruh kemampuan pengolahan vektor, editing foto, dan layout halaman dalam satu antarmuka. Langkah strategis Canva ini menantang hegemoni Adobe, CorelDraw, maupun software lainnya dengan cara yang sangat agresif.

Mengapa Mencari Alternatif?

Sebelum masuk ke keunggulan Affinity, kita perlu memahami lanskap kompetitornya:

  • Adobe: Sang raja dengan fitur terlengkap, namun berat dijalankan pada PC spesifikasi menengah dan mahal karena sistem subscription.
  • CorelDraw: Populer di percetakan Indonesia, namun antarmukanya sering dianggap “kuno” dan harganya pun kini sangat mahal.
  • Inkscape & GIMP: Gratis dan open-source. Sangat hebat, namun sering terkendala pada antarmuka (UI) yang kurang intuitif dan dukungan CMYK yang kadang rumit untuk kebutuhan cetak profesional.

Affinity hadir sebagai pendobrak: Ia menawarkan performa sekelas Adobe dengan antarmuka yang jauh lebih modern ketimbang CorelDraw, serta stabilitas yang melampaui software open-source. Kini, dengan aksesibilitas yang dibuka lebar berkat integrasinya dengan Canva, Affinity menjadi solusi lengkap yang sulit ditolak.

Berikut adalah alasan kuat mengapa Anda harus mulai melirik Affinity versi terbaru:

1. Gratis Sepenuhnya (Free Forever)

Ini adalah perubahan terbesar dalam sejarah Affinity pasca-akuisisi oleh Canva. Jika sebelumnya Affinity dikenal dengan sistem sekali bayar untuk selamanya (tanpa langganan), kini aplikasi utamanya dapat digunakan secara gratis oleh siapa saja. Tidak ada biaya langganan bulanan untuk fitur-fitur inti desain profesionalnya. Model bisnisnya kini bergeser pada fitur tambahan berbasis AI yang terhubung dengan akun Canva Pro, namun core tools untuk vektor, pixel, dan layout tetap gratis selamanya.

2. Satu Aplikasi untuk Segala Kebutuhan

Lupakan kerepotan berpindah-pindah aplikasi atau membeli lisensi terpisah untuk Photo, Designer, dan Publisher. Affinity kini adalah satu aplikasi yang memiliki tiga ruang kerja (Studios):

  • Vector Studio: Untuk ilustrasi dan logo (seperti Illustrator/Corel).
  • Pixel Studio: Untuk manipulasi foto (seperti Photoshop).
  • Layout Studio: Untuk tata letak buku/majalah (seperti InDesign). Anda bisa berpindah antar mode ini hanya dengan satu klik tanpa loading ulang, membuat alur kerja menjadi sangat efisien.

3. Performa yang Ringan dan Cepat

Adobe sering dikritik karena “bloatware” atau kode lawas yang menumpuk. Affinity dibangun dari nol dengan basis kode modern yang dioptimalkan untuk prosesor masa kini (termasuk Apple Silicon M-series dan Windows terbaru). Hasilnya? Panning dan zooming pada 60fps yang sangat halus, bahkan pada dokumen vektor yang kompleks dengan ribuan objek.

4. Lebih Modern dari CorelDraw, Lebih Profesional dari Inkscape

Bagi pengguna setia CorelDraw, beralih ke Affinity akan terasa seperti penyegaran visual. UI-nya bersih, modern, dan dapat dikustomisasi sepenuhnya.

Sementara jika dibandingkan dengan software gratisan lain seperti Inkscape atau GIMP, Affinity menang telak dalam hal stabilitas dan fitur industri. Dukungan CMYK, manajemen warna (ICC Profiles), dan fitur pre-press di Affinity sudah memenuhi standar cetak profesional, sesuatu yang sering menjadi kendala di software open-source.

5. Kompatibilitas Lintas Platform yang Setara

Affinity tersedia dengan fitur yang identik di macOS, Windows, dan iPadOS. Versi iPad-nya bukanlah versi “lite”, melainkan versi lengkap yang dioptimalkan untuk sentuhan. Ini memungkinkan desainer bekerja secara hybrid—memulai desain di PC kantor dan melanjutkannya di iPad saat di perjalanan—tanpa kehilangan satu fitur pun.

Masa Depan Affinity di Bawah Canva

Bergabungnya Affinity ke dalam ekosistem Canva bukan hanya soal perubahan harga, tapi juga kolaborasi teknologi. Pengguna kini bisa menikmati kemudahan integrasi aset, serta fitur-fitur cerdas berbasis AI dari Canva yang mulai ditanamkan ke dalam Affinity. Untuk analisis lebih dalam mengenai dampak akuisisi ini, Anda bisa membaca ulasan lengkap tentang Affinity by Canva untuk melihat bagaimana peta persaingan software desain akan berubah di masa depan.

Kesimpulan

Affinity bukan lagi sekadar “alternatif murah”, melainkan standar baru software desain profesional yang dapat diakses oleh semua orang. Dengan menjadi aplikasi tunggal yang gratis, ringan, dan canggih, tidak ada alasan lagi untuk tidak mencobanya. Affinity adalah senjata utama kreativitas masa depan yang menghapus batasan biaya bagi para kreator.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store