Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

KEP Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 2 Sorong

KEP Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 2 Sorong
KEP Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 2 Sorong.

Jurnalis:

Kabar Baru, Sorong – Pemerintah pusat dan daerah terus mendorong percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari kebijakan khusus Presiden Republik Indonesia dalam membangun Tanah Papua secara berkelanjutan.

Hal tersebut ditegaskan Pimpinan Komite Eksekutif Papua (KEP), Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si., saat meninjau pelaksanaan MBG di SMA Negeri 2 Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (9/2/2026).

Ia mengatakan, kehadiran pemerintah pusat dan daerah bertujuan memastikan program MBG berjalan optimal dan merata di seluruh wilayah Papua.

Berdasarkan pantauan di Papua Barat Daya, implementasi dapur MBG masih terus digenjot.

“Dari target nasional sebanyak 2.519 dapur MBG di seluruh Tanah Papua, saat ini baru terealisasi sekitar 179 dapur. Masih ada upaya yang harus kita pacu,” ujar Waterpauw.

Menurutnya, sejumlah kendala seperti kondisi geografis, jarak antarsekolah, serta tantangan alam menjadi faktor yang mempengaruhi percepatan pelaksanaan program MBG.

“Kami akan mengolah data, menyerap masukan dari daerah, dan membahasnya bersama Kepala MBG di pusat agar target bisa tercapai,” jelas mantan Kapolda Papua Barat itu.

Dalam kunjungannya ke SMA Negeri 2 Kota Sorong, program MBG mendapat sambutan positif dari para siswa.

Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya makanan bergizi gratis yang disediakan setiap hari, terutama bagi siswa yang tidak sempat sarapan karena keterbatasan ekonomi.

“Anak-anak sangat senang. Program ini benar-benar membantu,” tambah Waterpauw.

Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat beberapa catatan evaluasi, salah satunya terkait kualitas buah yang terkadang kurang segar akibat distribusi jarak jauh.

Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau.

Ia menyebutkan, berdasarkan pengakuan para siswa, penyajian MBG di SMA Negeri 2 Kota Sorong selama ini tidak mengalami kendala berarti.

“Namun ada catatan terkait buah-buahan yang sudah tidak bisa dikonsumsi, seperti lengkeng. Ini menjadi perhatian kami ke depan,” terang Ahmad Nausrau.

Selain itu, penyajian pangan lokal di Kota Sorong masih menghadapi tantangan karena belum terbiasa dikonsumsi oleh sebagian siswa, berbeda dengan wilayah Sorong Selatan yang dinilai lebih mudah menerima menu lokal.

Untuk Papua Barat Daya, hingga kini masih terdapat dua kabupaten yang belum menjalankan program MBG, yakni Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Tambrauw.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi agar program ini segera menjangkau seluruh wilayah.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Kota Sorong, Rodelidya Momot, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas program MBG yang dinilai sangat membantu pihak sekolah dan peserta didik.

“Di SMA Negeri 2 ini banyak anak-anak dari keluarga ekonomi lemah. Kadang mereka datang ke sekolah tanpa sarapan. Program Makan Bergizi Gratis ini sangat menolong,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, dengan jumlah siswa sebanyak 1.136 orang dan 66 guru, total penerima manfaat MBG di sekolah tersebut mencapai sekitar 1.200 orang.

“Atas nama pimpinan sekolah, dewan guru, staf, dan seluruh siswa, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas program Makan Bergizi Gratis yang sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store