DPR Kota Sorong Gelar RDP Bahas Pelayanan IGD RSUD Sele Besolu

Jurnalis: Latief
Kabar Baru, Sorong – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Sorong menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan Kota Sorong dan manajemen RSUD Sele Besolu Kota Sorong, Rabu (4/2/2026).
RDP yang berlangsung di Ruang Rapat DPR Kota Sorong tersebut merupakan tindak lanjut hasil inspeksi mendadak (sidak) DPR Kota Sorong ke RSUD Sele Besolu yang dilakukan pada 14 Januari 2026.
Rapat dipimpin Wakil Ketua III DPR Kota Sorong, Robert Malaseme, didampingi Wakil Ketua I Syahril Nurdin, Wakil Ketua II Michael Ricky Taneri, serta Ketua Komisi I Iqbal Arsyad Arfan.
Turut hadir Sekretaris Komisi I Mahardhika Permadi serta anggota Komisi I, yakni Deonisia B Warin, Sungep, Yohanis Salle, dan Yonadap Trogea. Dari pihak eksekutif hadir Direktur RSUD Sele Besolu drg. Susi Djitmau beserta jajaran, serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Sorong, Sulce Siwabessy.
Dalam RDP tersebut, sejumlah anggota dewan mempertanyakan hasil sidak yang menemukan berbagai persoalan pelayanan pasien, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
DPR mencatat masih adanya pasien yang harus menunggu penanganan cukup lama akibat keterbatasan fasilitas dasar, seperti ketersediaan tempat tidur dan pendingin ruangan. Selain itu, ditemukan sejumlah ruang rawat inap yang tampak kosong, sementara pasien masih dirawat di area luar ruangan, termasuk di koridor dan sekitar IGD.
Kondisi tersebut dinilai belum mencerminkan pelayanan publik yang layak dan manusiawi.
Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Sele Besolu, drg. Susi Djitmau, menjelaskan penumpukan pasien di IGD saat sidak terjadi karena kebijakan rumah sakit yang tidak memperbolehkan penolakan pasien dalam kondisi apa pun.
“Kami memiliki arahan tegas dari pimpinan bahwa rumah sakit tidak boleh menolak pasien. Setiap pasien yang datang ke IGD harus diterima dan dilayani semampu yang bisa kami lakukan,” ujar drg. Susi.
Ia mengatakan, petugas IGD telah menyampaikan secara terbuka kepada pasien dan keluarga mengenai keterbatasan ruang rawat inap. Pasien pun dimintai kesediaannya untuk sementara dirawat di IGD dengan fasilitas yang tersedia.
“Petugas kami sudah berkomunikasi dengan baik dan meminta persetujuan pasien. Saya mengapresiasi tim IGD yang sudah bekerja maksimal di tengah keterbatasan,” katanya.
Terkait hasil RDP, drg. Susi menyampaikan bahwa komunikasi antara manajemen rumah sakit dan DPR Kota Sorong berjalan dengan baik. DPR, kata dia, dapat menerima penjelasan yang disampaikan pihak rumah sakit mengenai kondisi pelayanan di lapangan.
“Puji Tuhan, komunikasi berjalan baik dan ada komitmen bersama untuk melakukan perbaikan demi peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Sorong,” ujarnya.
Ia menambahkan, penumpukan pasien juga dipengaruhi oleh kondisi beberapa ruang rawat inap yang tidak sesuai indikasi medis pasien IGD serta adanya ruangan yang masih dalam proses sterilisasi untuk pemindahan pasien.
“Kami sudah mulai melakukan pembenahan dan meminta komitmen seluruh petugas agar kejadian serupa dapat diminimalisir ke depan,” jelasnya.
Selain itu, manajemen RSUD Sele Besolu turut menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada DPR Kota Sorong, khususnya terkait peningkatan kesejahteraan tenaga medis serta dukungan percepatan pembangunan fasilitas rumah sakit.
“Kami berharap ada perhatian terhadap kesejahteraan dan insentif tenaga kesehatan, serta dukungan pembangunan rumah sakit agar tidak terlalu lama dilakukan secara bertahap,” pungkas drg. Susi.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

