ARK Dorong Kuota Beasiswa Khusus Papua dan Penerbangan Langsung Australia–Sorong

Jurnalis: Latief
Kabar Baru, Jakarta – Senator asal Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya (ARK), menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia atas kontribusi besar di bidang pendidikan melalui berbagai program beasiswa bagi anak-anak Papua.
Hal itu disampaikan ARK dalam Rapat Bersama Utusan Duta Besar Australia untuk Indonesia yang digelar Badan Kerja Sama Parlemen Antar-Negara (BKSAP) di Jakarta, Kamis (29/1).
Menurut ARK, kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia telah berjalan lama dan memberikan banyak manfaat, khususnya bagi wilayah Papua yang secara geografis sangat dekat dengan Australia dan kawasan Pasifik.
“Sebagai provinsi yang berdekatan dengan Australia, kami di Papua ini sesungguhnya adalah big family di kawasan Pasifik. Hubungan kita sangat dekat dan saling membutuhkan,” ujar ARK.
Pria asal Maybrat tersebut menegaskan, akses beasiswa seperti ASEAN Scholarship dan Australian Awards Scholarship (AAS) telah membuka peluang besar bagi generasi muda Papua untuk menempuh pendidikan tinggi di Australia.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Australia. Banyak sekali anak-anak Papua yang mendapatkan kesempatan kuliah melalui beasiswa tersebut dan merasakan langsung manfaatnya,” kata pria asal Kabupaten Maybrat itu.
Meski demikian, ARK berharap Pemerintah Australia dapat menambah kuota beasiswa serta melakukan sosialisasi langsung ke provinsi-provinsi di Papua, khususnya wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
“Harapan kami, kuota beasiswa ini bisa ditambah dan dikhususkan lagi untuk daerah 3T di Papua. Itu akan sangat membantu pemerataan akses pendidikan,” ujarnya.
Selain sektor pendidikan, ARK juga menyoroti pentingnya pembukaan jalur ekonomi langsung dari Papua, terutama untuk memangkas rantai distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang.
“Seharusnya ekspor dari Papua bisa langsung melalui Sorong ke Australia bahkan ke Hawaii atau Honolulu, tanpa harus memutar lewat Asia. Ini peluang ekonomi besar ke depan,” jelasnya.
Di bidang transportasi, ARK mendorong pembukaan penerbangan langsung Australia–Sorong dan Australia–Biak guna menekan biaya dan waktu perjalanan mahasiswa serta masyarakat Papua.
“Selama ini mahasiswa dari Papua ke Australia harus transit di Bali atau Jakarta, biayanya mahal. Kalau penerbangan langsung dibuka, bisa menghemat dua sampai tiga jam dan jauh lebih efisien,” katanya.
Ia menyebut uji coba penerbangan Darwin–Biak yang telah dilakukan menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan mobilitas dan konektivitas kawasan Pasifik.
Menutup pernyataannya, ARK juga melihat peluang kerja sama budaya dan ekonomi kreatif, termasuk promosi kopi Papua di Australia.
“Hampir 90 persen warga Australia penikmat kopi. Kalau difasilitasi, kita bisa gelar festival kopi Papua atau kopi Indonesia di Australia,” pungkasnya.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

