Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Guru Besar UGM Ditolak Masuk Istana Saat Hadiri Undangan Prabowo

Prabowo Subianto, Presiden ke-8 RI (Dok. menpan.go.id)
Prabowo Subianto, Presiden ke-8 RI (Dok. menpan.go.id).

Jurnalis:

Kabar Baru,  Jakarta — Sejumlah guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengaku kecewa setelah gagal mengikuti agenda dialog bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis, 15 Januari 2026. Padahal, nama mereka tercantum dalam surat undangan yang di terbitkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Berdasarkan surat undangan tersebut, terdapat delapan nama guru besar UGM yang di undang hadir dalam forum bertajuk taklimat dan dialog bersama presiden. Namun, dalam praktiknya, sebagian guru besar tidak dapat memasuki Istana Negara lantaran nama mereka tidak tercantum dalam daftar Sekretariat Negara.

Guru Besar Ilmu Perencanaan Kota Fakultas Teknik UGM, Bakti Setiawan, memilih tidak menghadiri acara tersebut. Ia menilai forum dengan jumlah peserta ratusan orang tidak efektif sebagai ruang dialog substantif dengan presiden.

“Masak ratusan orang bisa memberi masukan secara langsung. Tujuan acara itu juga tidak begitu jelas,” ujar Bakti saat di hubungi, Kamis (15/1/2026).

Menurut Bakti, kritik dan masukan kepada pemerintah lebih efektif disampaikan melalui tulisan akademik dan jurnal ilmiah ketimbang forum dialog berskala besar yang dinilainya cenderung seremonial.

Sudah ke Jakarta, Namun Gagal Registrasi

Kekecewaan juga di rasakan guru besar UGM lain yang telah terlanjur berangkat ke Jakarta. Profesor tersebut meminta identitasnya tidak di publikasikan. Ia mengaku baru mengetahui namanya tercantum dalam daftar undangan sehari sebelum acara, sehingga harus mengurus tiket penerbangan secara mendadak.

Setibanya di Jakarta, ia mendapati namanya tidak terdaftar dalam sistem Sekretariat Negara. Meski pihak kampus telah membantu proses registrasi sesuai ketentuan Kemendiktisaintek.

“Panitia bahkan sempat meminta saya menggunakan nama kampus lain agar bisa masuk. Tentu saya tolak,” ungkapnya.

Profesor tersebut akhirnya kembali ke hotel tanpa dapat mengikuti agenda di Istana Negara.

Jadwal Berubah Mendadak dan Aturan Ketat Peserta

Selain persoalan registrasi, panitia juga mengubah jadwal acara secara mendadak. Agenda yang semula di jadwalkan pukul 13.00 WIB di ubah menjadi pukul 08.00–12.00 WIB, dengan pemberitahuan hanya sehari sebelum pelaksanaan.

Dalam pesan WhatsApp yang di terima peserta, panitia juga menetapkan sejumlah persyaratan ketat. Di antaranya, peserta wajib membawa surat undangan fisik, menggunakan bus yang di sediakan panitia sejak pukul 05.00 WIB, serta di larang membawa ponsel, jam tangan pintar, maupun alat perekam.

Peserta hanya di perkenankan membawa buku dan alat tulis selama forum berlangsung.

Menurut informasi yang di himpun, dari delapan guru besar UGM yang tercantum dalam undangan, hanya tiga orang yang berhasil masuk ke Istana Negara. Bahkan, satu di antaranya di sebut belum menyandang gelar profesor.

Secara keseluruhan, surat undangan Dirjen Kemendiktisaintek mencantumkan sekitar 180 guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pertemuan tersebut di jadwalkan membahas peran perguruan tinggi dalam mendukung visi Asta Cita pemerintahan Prabowo–Gibran.

Istana dan Kemendiktisaintek Belum Beri Klarifikasi

Surat undangan bertanggal 9 Januari 2026 itu di tandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi. Namun hingga berita ini di turunkan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi belum memberikan tanggapan terkait kritik para guru besar tersebut.

Upaya konfirmasi kepada petugas protokol Kemendiktisaintek sebagaimana tercantum dalam surat undangan juga belum mendapatkan respons.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store