Riset Nekat Bengkel Lokal, Sulap Mio Harian Jadi 2 Silinder

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Bekasi – Kalau bicara soal kreativitas modifikasi motor, mekanik Indonesia memang tidak ada matinya.
Salah satu buktinya baru saja lahir dari bengkel otomotif Johan Garage di Bekasi.
Bukan sekadar modifikasi tampilan, mereka sukses mengoperasi mesin Yamaha Mio yang aslinya 1 silinder menjadi 2 silinder alias Twin Cylinder.
Hasilnya? Skuter matic yang biasanya dipakai santai ini berubah menjadi monster dengan kapasitas mesin yang jauh lebih besar.
Resepnya: Komponen Standar yang Dikali Dua Yang menarik, Johan Garage tidak menggunakan part racing mahal yang tinggal pasang.
Mereka justru mengulik komponen standar bawaan pabrik.
“Kita pakai seher (piston) standar diameter 50mm dan head standar, tapi kita jadikan dua. Jadi kalau dihitung total, kapasitasnya sekarang tembus 226cc,” cerita tim teknis Johan Garage santai.
Ini membuktikan bahwa dengan perhitungan yang tepat, part standar pun bisa menghasilkan performa yang jauh di atas rata-rata.
Tantangan Terberat: Menyatukan Dua Jantung Tentu saja, menggabungkan dua mesin tidak semudah menempelkan Lego.
Tim Johan Garage mengakui ada kerumitan tingkat tinggi di balik layar, terutama di sektor crankcase (bak mesin) dan kruk as.
“Paling susah itu proses penyatuannya. Crankcase dan kruk as harus benar-benar menyatu presisi dengan head dan bloknya. Meleset sedikit saja, mesin pasti gagal,” jelasnya.
Presisi inilah yang menjadi pertaruhan nama baik bengkel.
Pembeda Utama: Radiator Aktif! Biasanya, modifikasi motor matic jadi 2 silinder punya satu musuh utama: panas mesin yang berlebihan (overheat).
Kebanyakan modifikator membiarkan mesin berpendingin udara karena keterbatasan ruang.
Tapi Johan Garage memilih jalan yang lebih sulit namun aman.
“Nah, 2 silinder garapan kita beda, Bang. Kita bikinkan jalur radiator di bloknya. Kalau yang lain kan rata-rata nggak pakai radiator,” tambahnya.
Dengan sistem pendingin cairan ini, motor tidak hanya kencang saat di-gas, tapi juga lebih sehat suhunya untuk dipakai jalan lebih lama.
Kuncinya Ada di Tukang Bubut Sendiri Suksesnya proyek ambisius ini ternyata didukung oleh fasilitas bengkel yang mandiri.
Johan Garage memiliki spesialis bubut (machining) internal, sehingga semua pengerjaan logam yang rumit itu dikerjakan di dapur sendiri.
“Kita kebantu banget ada tukang bubut asli Johan Garage. Jadi nggak perlu lempar ke luar, dan hasilnya bisa kita pantau langsung,” tutup perwakilan bengkel tersebut.
Karya Johan Garage ini menjadi bukti bahwa bengkel lokal di Bekasi punya standar engineering yang nggak main-main.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

