Bela Purwakarta Kembali Berduka, Pegiat Olahraga Ketapel Ade Syarifudin Berpulang

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Keluarga besar Bela Purwakarta (Belpur) kembali berduka. Hanya berselang empat hari setelah kepergian aktivis Belpur, Atep Heru Susela, seorang pegiat olahraga masyarakat sekaligus aktivis kemanusiaan, Ade Tian atau Ade Syarifudin bin Tahyadin, meninggal dunia.
Kepergian Ade meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, komunitas olahraga masyarakat, serta keluarga besar Belpur. Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai sosok yang aktif melestarikan olahraga tradisional ketapel melalui komunitas Ketapel Purwakarta Bersatu (KEPUBER).
Ade dipercaya memimpin KEPUBER, komunitas yang bernaung di bawah Forum Silaturahmi Pencinta Ketapel (FORSPEK) dan berada dalam pembinaan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Purwakarta.
Di bawah kepemimpinannya, KEPUBER aktif mengikuti berbagai kejuaraan olahraga tradisional ketapel di sejumlah daerah. Komunitas tersebut juga berhasil meraih prestasi dalam berbagai turnamen tingkat kota, provinsi hingga nasional, sekaligus membawa nama Kabupaten Purwakarta dalam ajang olahraga masyarakat.
Tidak hanya berkiprah di bidang olahraga, Ade juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan bersama Bela Purwakarta.
KEPUBER menjadi salah satu komunitas yang tergabung dalam Belpur, sebuah wadah silaturahmi dan koordinasi lintas elemen masyarakat yang lahir di tengah situasi pandemi Covid-19.
Sejak berdiri, Belpur terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan aksi kemanusiaan. Selain membantu masyarakat di Kabupaten Purwakarta, bantuan juga pernah disalurkan ke sejumlah daerah yang terdampak bencana, antara lain Cianjur, Sukabumi, Palu, Donggala, sejumlah wilayah di Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Sumatera hingga Aceh.
Salah satu kegiatan penggalangan kepedulian yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Purwakarta untuk Indonesia” di Stadion Purnawarman. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat di sejumlah daerah yang terdampak bencana.
Founder Bela Purwakarta, Aa Komara (Akom), menyampaikan belasungkawa atas kepergian Ade. Akom hadir melayat ke rumah duka bersama perwakilan keluarga besar Belpur.
“Masya Allah, belum kering air mata kami ditinggal almarhum Atep Heru, kini hanya selang empat hari harus kembali kehilangan sahabat yang penuh dedikasi,” ujar Akom. Kamis (1/10/2026).
Menurut Akom, Ade merupakan sosok yang memiliki dedikasi terhadap olahraga masyarakat sekaligus kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Namun ini sudah menjadi takdir Ilahi, ketetapan yang tak bisa dihindari. Kami bersaksi almarhum sungguh seorang pribadi yang baik,” katanya.
Akom mengatakan, dedikasi Ade terlihat dari kiprahnya bersama KEPUBER dalam berbagai kejuaraan ketapel maupun kegiatan kemanusiaan bersama Belpur.
“Bersama KEPUBER, beliau berhasil mengharumkan nama Purwakarta dalam berbagai turnamen ketapel. Beliau juga sangat aktif dalam kegiatan kolaborasi peduli kemanusiaan bersama Bela Purwakarta,” ujarnya.
Akom berharap seluruh amal kebaikan almarhum mendapat balasan terbaik dari Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikan beliau, mengampuni segala kekhilafannya dan menempatkan almarhum di tempat terbaik. Hanya surga yang layak untuk beliau. Aamiin YRA,” tutur Akom.
Ungkapan belasungkawa juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Yai Uun Khaerun.
Yai Uun menyampaikan apresiasi atas kiprah almarhum dalam mengembangkan dan melestarikan olahraga masyarakat, khususnya olahraga tradisional ketapel, serta kontribusinya dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Hal senada disampaikan Ketua KORMI Kabupaten Purwakarta, Iyus Permana. Ia turut menyampaikan duka cita sekaligus penghargaan atas dedikasi Ade selama aktif dalam komunitas olahraga masyarakat di Kabupaten Purwakarta.
Bagi keluarga besar Belpur, kepergian Ade menjadi kehilangan yang kembali dirasakan dalam waktu berdekatan. Dalam kurun waktu sekitar lima tahun perjalanan Belpur, Ade tercatat sebagai salah satu dari enam aktivis Belpur yang telah berpulang.
Meski telah tiada, kiprah Ade dalam melestarikan olahraga tradisional, membangun kebersamaan dan terlibat dalam kegiatan sosial menjadi bagian dari jejak yang akan terus dikenang keluarga, sahabat, komunitas KEPUBER, KORMI dan keluarga besar Bela Purwakarta.
Gone but not forgotten. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
