Kepala Bappeda Tambrauw Raih Doktor Cum Laude di Universitas Hasanuddin

Jurnalis: Latief
Kabar Baru, Makassar – Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Tambrauw, Mousche W.J. Woria, meraih gelar doktor Ilmu Administrasi Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.
Mousche dinyatakan lulus dengan predikat Dengan Pujian atau Cum Laude setelah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor di Aula Gedung LPPM Unhas, Kamis (24/9/2026).
Disertasinya berjudul “Model Cross-Sector Collaboration dalam Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada Kabupaten Tambrauw.” Penelitian itu mengkaji kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan pembangunan manusia di Tambrauw, termasuk keterbatasan akses pelayanan dasar, kondisi geografis, serta perlindungan lingkungan dan masyarakat adat.

Salah satu temuan penelitian menekankan pentingnya pendekatan Inclusive Deliberative. Melalui pendekatan ini, masyarakat adat dilibatkan dalam proses pembangunan sejak identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi.
Mousche mengatakan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan standar hidup masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah. Dibutuhkan kerja bersama pemerintah, masyarakat adat, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keagamaan dan organisasi masyarakat sipil.
“Ilmu yang saya peroleh melalui pendidikan doktor ini bukan semata-mata untuk mendapatkan gelar akademik. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan dan hasil penelitian ini dapat dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw dan masyarakat untuk membantu menjawab persoalan pembangunan yang nyata,” ujarnya.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi salah satu rujukan untuk memperkuat perencanaan pembangunan daerah dan mengintegrasikan program peningkatan IPM. Bappeda Litbang, katanya, dapat berperan sebagai simpul koordinasi agar program antarsektor berjalan menuju sasaran pembangunan manusia yang sama.
Menurut Mousche, pembangunan manusia dan perlindungan lingkungan perlu berjalan bersama dengan memperhatikan hutan, keanekaragaman hayati, ruang hidup masyarakat adat serta kearifan lokal.
“Tambrauw harus membangun manusia tanpa kehilangan alamnya, dan menjaga alam tanpa mengabaikan kesejahteraan manusianya. Masyarakat adat harus menjadi bagian utama dalam mempertemukan dua kepentingan tersebut,” katanya.
Mousche menyampaikan gelar doktor menjadi tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan bagi daerah dan masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, promotor dan penguji, Pemerintah Kabupaten Tambrauw, serta pihak-pihak yang mendukung proses pendidikan dan penelitiannya.
“Predikat Cum Laude adalah sebuah kehormatan, tetapi sekaligus tanggung jawab. Ilmu yang diperoleh harus kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
