Yayasan Bantah Haji Her Diperiksa KPK, Sebut Kabar Tersebut Hoaks!

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabar Baru, Madura – Pihak keluarga dan Yayasan Haji Her Peduli Indonesia bereaksi keras terhadap kabar yang menyebutkan pengusaha tembakau asal Madura, Khairul Umam alias Haji Her, menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Yayasan menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan berita bohong atau hoaks yang bertujuan menyudutkan reputasi tokoh masyarakat tersebut.
Ketua Yayasan Haji Her Peduli Indonesia, Muhammad Taufik, memastikan bahwa narasi yang beredar luas itu sepenuhnya tidak berdasar.
Ia menyatakan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang menyebarkan isu tanpa dasar hukum yang jelas.
Menurutnya, fitnah ini sangat merugikan nama baik Haji Her yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
“Pemberitaan yang menyebutkan Haji Her diperiksa KPK itu tidak benar sama sekali. Kami membantah dengan tegas. Itu hoaks dan sangat merugikan nama baik beliau,” ujar Muhammad Taufik dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalis Kabarbaru di Madura, Minggu (05/04/2026).
Fokus Kesejahteraan Petani Tembakau
Taufik menjelaskan bahwa aktivitas Haji Her selama ini murni berfokus pada upaya mendorong kesejahteraan petani tembakau, khususnya di wilayah Madura dan Jawa Timur.
Haji Her secara konsisten hadir langsung di lapangan untuk membantu para petani dengan cara membeli hasil panen mereka.
Langkah ini ia lakukan guna memastikan perputaran ekonomi di sektor tembakau tetap stabil dan menguntungkan petani lokal.
Pihak yayasan juga menyayangkan adanya upaya framing negatif yang mengaitkan keterlibatan Haji Her di lapangan dengan persoalan hukum.
“Haji Her bukan sekadar pengusaha, beliau adalah tokoh yang memperjuangkan nasib petani. Jadi, narasi yang berkembang saat ini sangat tidak tepat dan menyesatkan publik,” tambah Taufik.
Kritik Jurnalisme Tanpa Klarifikasi
Lebih lanjut, Taufik menyoroti munculnya pemberitaan yang tidak melalui proses konfirmasi atau klarifikasi terlebih dahulu.
Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakcermatan jurnalistik yang dapat mengarah pada pencemaran nama baik.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih selektif dan bijak dalam menyaring informasi yang belum teruji kebenarannya di media sosial.
Menutup pernyataannya, pihak yayasan mengajak semua pihak untuk menjaga iklim informasi yang sehat. Taufik berharap publik tetap memberikan dukungan terhadap langkah nyata Haji Her dalam membantu masyarakat.
“Kami mengajak semua pihak untuk bijak. Jangan sampai hoaks merusak reputasi orang yang selama ini konsisten berbuat baik untuk rakyat,” pungkasnya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

