Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Tolak Intervensi Orang Tua, KAPP Sarmi Desak Batas Usia Ketua Pemuda Mamta-Tabi Dipertegas

kabarbaru.co
Wawan Numbre, Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Kabupaten Sarmi. (Foto: Ist).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jayapura — Jelang perhelatan Konferensi Dewan Adat III dan Pemuda I Wilayah Mamta-Tabi, desakan agar ruang kepemimpinan pemuda tidak dibajak oleh golongan tua semakin menguat. Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Kabupaten Sarmi, Wawan Numbre, mendesak panitia penyelenggara dan Steering Committee untuk menetapkan kriteria batas usia calon Ketua Pemuda Mamta-Tabi secara ketat dan transparan.

Menurut Wawan, posisi kepemimpinan organisasi pemuda mutlak harus diisi oleh generasi muda. Ia menyoroti pentingnya regenerasi dan memperingatkan agar tidak ada tokoh tua yang memaksakan diri masuk ke dalam struktur kepemudaan.

“Tempat ini adalah ruang milik pemuda. Orang tua seharusnya tidak lagi ikut campur dan menempati ruang yang memang diperuntukkan bagi generasi muda,” ujar Wawan di Jayapura, Senin (5/10/2026).

Dalam menetapkan kriteria batas usia calon pemimpin, Wawan menekankan agar panitia tunduk pada pedoman organisasi Masyarakat Adat Nusantara dan Pemuda Adat Nusantara sebagai landasan hukum yang sah. Ia menegaskan, tidak boleh ada celah atau penafsiran aturan yang sengaja dilonggarkan demi kepentingan pihak tertentu.

Ketegasan aturan ini dinilai krusial karena wilayah adat Mamta-Tabi bukan sekadar nama teritorial, melainkan barometer atau tolok ukur pembangunan peradaban manusia seutuhnya di Tanah Papua. “Jika aturan di sini tidak ditegakkan dengan benar, maka teladan bagi wilayah adat lain di Papua akan ikut tercabik,” tambahnya.

Wawan menyarankan agar para tokoh tua yang masih memiliki keinginan kuat untuk mengabdi dapat menyalurkan energinya melalui wadah yang tepat, yakni Dewan Adat Papua (DAP). Panggung kepemudaan harus dibiarkan steril agar generasi muda Tabi dapat tumbuh, berkarya, dan mematangkan kapasitas kepemimpinan mereka.

“Kepada para orang tua yang ingin berbakti, silakan berbakti di tempat yang memang menjadi porsi pengabdian Anda. Jangan ganggu ruang pemuda. Biarkan kami tumbuh, berkarya, dan memimpin di atas tanah sendiri,” imbaunya.

Sebagai penutup, tokoh pengusaha muda Sarmi ini memberikan peringatan keras terkait dampak psikologis dan sosial jika regenerasi ini disumbat. Membiarkan intervensi kelompok tua, menurutnya, sama dengan mematikan karakter dan membungkam kepercayaan diri pemuda Tabi di tanah kelahirannya sendiri.

“Jangan biarkan pemuda di tanahnya sendiri hanya menjadi penonton. Jangan biarkan masa depan ini dipimpin oleh mereka yang seharusnya sudah memberi jalan. Tegakkan aturan, kembalikan hak kepada pemuda, dan biarkan kami berdiri tegak,” pungkas Wawan.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store