Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Ilmuwan Ungkap Ancaman Mikroplastik bagi Bayi, Cairan Infus Hingga Mainan Jadi Sumber

Desain tanpa judul - 2026-04-13T080638.934
Ilustrasi saat bayi baru selesai mandi dan diberi minum air susu (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Mikroplastik kini bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan manusia, terutama bayi.

Laporan terbaru berjudul Exploring Everyday Microplastic Exposures karya ilmuwan Heather Leslie mengungkap fakta mengejutkan tentang bagaimana partikel plastik berukuran mikro masuk ke dalam tubuh manusia melalui jalur yang jarang disadari.

Dalam laporan tersebut, fasilitas kesehatan justru menjadi salah satu sumber paparan yang signifikan.

Berbagai peralatan medis seperti kateter jantung, implan silikon, hingga cairan infus berpotensi membawa partikel mikroplastik langsung ke sistem tubuh.

Bahkan, lingkungan ruang operasi dilaporkan mengandung hingga 9.258 partikel plastik per meter persegi.

Bayi di Ruang NICU Paling Berisiko

Kelompok yang paling rentan terhadap ancaman ini adalah bayi prematur yang menjalani perawatan di unit Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Bayi-bayi ini berisiko terpapar hingga 115 partikel mikroplastik dalam waktu 72 jam hanya melalui alat infus.

Selain peralatan medis, produk sehari-hari untuk anak-anak seperti mainan, alas bermain, hingga kemasan susu formula turut memicu paparan partikel berbahaya tersebut sejak usia dini.

Tak hanya itu, cat rumah juga menjadi sumber paparan yang sering terabaikan. Kandungan bahan plastik dalam cat dapat terlepas ke udara saat lapisan cat mulai mengelupas atau terkikis.

Di luar ruangan, partikel ini bahkan ditemukan dalam air hujan yang berasal dari keausan ban kendaraan serta serat tekstil sintetis dari pakaian yang terbawa angin.

Picuan Peradangan Hingga Risiko Kanker

Dampak penumpukan mikroplastik di organ tubuh manusia tidak bisa dianggap remeh. Para ilmuwan memperingatkan bahwa partikel ini berpotensi memicu peradangan kronis, kerusakan sel, penyakit kardiovaskular, hingga meningkatkan risiko kanker.

Meski dampak jangka panjangnya masih dalam tahap penelitian lebih lanjut, para ahli sepakat bahwa paparan sejak dini memerlukan kewaspadaan tinggi dari para orang tua dan tenaga medis.

Heather Leslie menyerukan agar pembuat kebijakan dan pelaku industri segera mengkaji ulang penggunaan plastik yang terlalu luas dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan pentingnya mencari alternatif bahan desain yang lebih aman demi masa depan kesehatan manusia.

“Ketika plastik berhenti menjadi jawaban untuk hampir setiap desain, mulai dari kantong teh hingga mainan, manusia dapat mulai meredam badai mikroplastik,” pungkas Leslie dalam laporannya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store