Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

FGD 3 KKN-TI di Desa Padengo Finalisasi Rencana Pengelolaan Sampah dan Penanganan Drainase

20260927_170107
Foto bersama mahasiswa KKN-TI dan pemerintah Desa Padengo usai FGD 3. .

Jurnalis:

Kabar baru, Gorontalo— Mahasiswa KKN-TI bersama Pemerintah Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, menggelar Focus Group Discussion (FGD) 3 sebagai bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat, Selasa, 8 September 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Pembentukan Struktur Pengelola Persampahan melalui Partisipasi Masyarakat dan Inovasi Pengelolaan Sampah di Desa Padengo, Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.”

FGD melibatkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, Kader Kesehatan, masyarakat Desa Padengo, serta mahasiswa KKN-TI.

Koordinator Desa (Kordes) KKN-TI, Mohammad Haikal Said, turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

FGD 3 menjadi forum untuk menindaklanjuti hasil identifikasi berbagai persoalan dan potensi desa yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam forum itu, peserta bersama-sama membahas sekaligus menyepakati sejumlah rencana yang dinilai dapat menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti.

Salah satu agenda utama yakni penyusunan dan finalisasi Rencana Kerja Masyarakat (RKM). Selain itu, mahasiswa memaparkan hasil pemetaan sederhana terhadap sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan serta kondisi drainase di wilayah Desa Padengo.

Pemetaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan gambaran faktual mengenai kondisi infrastruktur yang membutuhkan perhatian. Khusus untuk persoalan drainase, mahasiswa juga menyusun rancangan penanganan sederhana yang dilengkapi gambar perencanaan, perhitungan kebutuhan, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Hasil perencanaan itu diharapkan dapat menjadi bahan awal bagi pemerintah desa dalam menentukan langkah penanganan, termasuk memperkirakan kebutuhan pekerjaan dan anggaran apabila perbaikan drainase akan direalisasikan.

Wakil BPD Desa Padengo menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa KKN-TI dalam membantu mengidentifikasi berbagai persoalan yang ada di desa.

Ia menilai kontribusi mahasiswa tidak hanya sebatas menggali permasalahan, tetapi juga memberikan hasil pemetaan dan perencanaan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan pemerintah desa.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN atas ide dan kontribusinya dalam membantu mengidentifikasi permasalahan di Desa Padengo. Kami sangat mengapresiasi adanya pemetaan kondisi drainase hingga penyusunan gambar perencanaan dan RAB,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan dokumen perencanaan tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan serta perkiraan biaya yang diperlukan untuk penanganan drainase.

“Selama ini desa belum memiliki tenaga yang bisa membantu membuat perencanaan teknis seperti ini. Dengan adanya perencanaan dari mahasiswa, kami memiliki gambaran mengenai kebutuhan dan perkiraan biaya yang dapat menjadi bahan pertimbangan untuk tindak lanjut perbaikan,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengatakan FGD 3 merupakan tahapan penting untuk memastikan hasil identifikasi yang dilakukan mahasiswa dapat diterjemahkan menjadi rencana yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pendekatan partisipatif menjadi hal penting agar setiap rencana yang disusun tidak hanya berasal dari mahasiswa, tetapi merupakan hasil pembahasan bersama antara masyarakat, pemerintah desa, dan unsur terkait.

“FGD ini menjadi ruang untuk menyatukan hasil temuan mahasiswa dengan kebutuhan dan kondisi nyata yang disampaikan masyarakat. Karena itu, setiap rencana yang disusun harus berdasarkan hasil diskusi dan kesepakatan bersama,” jelas DPL.

DPL juga menekankan bahwa hasil pemetaan dan perencanaan teknis sederhana yang disusun mahasiswa diharapkan dapat memberikan manfaat bagi desa, meskipun pelaksanaan tindak lanjut tetap menjadi kewenangan dan keputusan pemerintah desa bersama masyarakat.

“Kami berharap hasil kegiatan ini tidak berhenti pada dokumen, tetapi dapat menjadi bahan yang bermanfaat bagi pemerintah desa dalam menentukan prioritas pembangunan. Yang paling penting adalah adanya keberlanjutan dan keterlibatan masyarakat dalam setiap prosesnya,” katanya.

Selain membahas persoalan infrastruktur, FGD 3 juga memperkuat pembahasan mengenai pengelolaan persampahan. Partisipasi masyarakat, peran pemuda melalui Karang Taruna, kader kesehatan, serta pemerintah desa menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui FGD tersebut, para pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai prioritas kegiatan, bentuk penanganan, pembagian peran, serta langkah lanjutan yang dapat dilakukan setelah program KKN-TI berakhir.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong penyelesaian persoalan desa melalui pemetaan, perencanaan, dan pengambilan keputusan secara partisipatif.***(YH)

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store