Derita Warga Perumahan Trusmiland Cirebon: Rumah Terendam Banjir Hingga Seminggu

Jurnalis: Nurhidayat
Kabar Baru, Cirebon – Warga Perumahan Trusmiland Klayan Tahap 5, Kabupaten Cirebon, mulai resah dengan kondisi banjir di lingkungan perumahan mereka. Genangan air sudah masuk ke rumah lebih dari satu minggu.
Salah satu warga, Sri Nengsih mengatakan bahwa banjir terjadi akibat hujan lebat beberapa hari lalu. Tak hanya menggenangi akses jalan, air juga bahkan telah masuk ke puluhan rumah warga hingga ketinggian 30 centimeter.
“Sempat surut tadinya, habis itu hujan lagi banjir lagi sampe sekarang,” ujar Ningsih, Sabtu (27/12/2025).
Ia menjelaskan, selama sekitar 4 tahun menempati rumah, banjir terjadi rutin setiap tahun saat memasuki musim penghujan. Bahkan, bulan Desember ini banjir sudah terjadi berkali-kali.

“Saya berharap ada kebijakan dari developer memperbaiki kondisi ini biar ngga banjir terus,” ujar Ningsih.
Kondisi serupa juga dialamai Dwi Purnamasari, warga Perumahan Trusmiland Klayan 5 lainnya. Ia dan keluarga bahkan harus mengungsi dan meninggalkan rumah yang sudah ia tempati sekitar 3 tahun.
“Keluarga ngungsi semua, terpaksa karena ngga bisa beraktifitas di sini kan kondisi lumpuh susah untuk kerja juga,” ujar Dwi.
Dwi mengaku kebingungan karena sudah seminggu air tak kunjung surut. Terlebih saat musim hujan seperti ini ia was-was dengan keadaan banjir yang menggenagi rumahnya.
“Rusak semua ini barang-barang juga, kemarin sempat ada kunjungan dar developer tapi ngga tau apa solusinya,” ujar Dwi.
Sementara itu, Dedy Slamet selaku Ketua Paguyuban Warga Perumahan Trusmiland Klayan 5, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat rembesan air dari area persawahan sekitar. turap atau pondasi yang mengelilingi perumahan tidak berfungsi membendung air yang melebihi ketinggian tanah perumahan.
“Blok S ini termasuk rendah tanahnya, makanya solusinya perlu ada peninggian jalan,” ujar Dedy.
Hal lain yang perlu dilakukan pihak pengembang adalah dengan meningkatkan kualitas turap agar tidak rembes dan mampu melindungu area perumahan.
“Kemudian jalur pembuangan air ini harus jelas arahnya, selokan ini kemana arahnya, gorong-gorong yang katanya di site plan itu ada ya difungsikan lagi, dimaksimalkan biar bisa nampung air hujan,” ujar Dedy.
Sebagaimana warga, Dedy juga berharap pihak developer segera turun tangan mengatasi masalah dan mengakhiri penderitaan warga akibat banjir. (*)
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

