Tekan Sampah Plastik, DLH Sumenep Rencanakan TPS 3R di Setiap Kecamatan

Jurnalis: Rifan Anshory
Kabar Baru, Sumenep — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep mencanangkan penyediaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di setiap ibu kota kecamatan.
Kebijakan ini diambil guna memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus menekan pencemaran lingkungan.
Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, mengatakan saat ini pengelolaan sampah masih menghadapi tantangan besar, terutama kebiasaan membakar sampah di tingkat masyarakat.
“Ke depan kita tidak ingin lagi sampah hanya dibakar atau dibuang sembarangan. Minimal di setiap ibu kota kecamatan harus ada TPS 3R sebagai pusat pengelolaan. Di sana sampah dipilah, mana yang bisa didaur ulang, mana yang menjadi residu,” ujarnya, Kamis (19/2).
Menurutnya, DLH telah menjangkau sembilan kecamatan di wilayah daratan untuk layanan pengangkutan.
Sementara di kepulauan, pihaknya mulai menyiapkan fasilitas serupa di sejumlah titik sentra, seperti Arjasa, Sapeken hingga Talango.
“Kita akan siapkan secara bertahap. Untuk wilayah dengan produksi sampah tinggi, minimal tersedia TPS 3R atau kontainer. Jadi desa tidak perlu punya TPA sendiri, cukup mengelola dan mengumpulkan sampah, lalu dibuang ke titik terdekat yang sudah kami sediakan,” jelasnya.
Anwar menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan pemerintah desa dan kecamatan.
Desa diharapkan menyediakan sarana dasar seperti tong sampah serta mendorong pemilahan sejak dari sumbernya.
“Kami juga mendorong pembentukan bank sampah di desa-desa. Sampah plastik dan botol jangan sampai dibuang ke sungai atau laut. Kalau dipilah dengan baik, itu punya nilai ekonomis dan bisa mengurangi beban lingkungan,” katanya.
DLH, lanjut dia, akan berkoordinasi dengan camat dan kepala desa untuk menghitung tonase sampah di setiap wilayah.
Data tersebut akan menjadi dasar penentuan jumlah kontainer dan jadwal pengangkutan.
“Target kami jelas, pengelolaan sampah lebih tertata dan merata, baik di daratan maupun kepulauan. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tanggung jawab bersama menjaga lingkungan Sumenep,” pungkasnya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

