Ada Dana Rp17 miliar Dibalik Dugaan ASN Siluman RSUD NTB

Jurnalis: Muh Arif
Kabar Baru, Mataram- Aksi bersih-bersih manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB pasca dr Lalu Herman Mahaputra (dr. Jack) digantikan Drs. dr. H Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS., tersiar luas.
Hal ini tentunya tidak dapat menghapus tinta merah dalam Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) RSUD NTB, khususnya pada item Belanja Gaji dan Tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dari laporan yang ditandatangani langsung dr Jack selaku direktur terungkap adanya kejanggalan, baik dari sisi jumlah ASN maupun realisasi anggaran.
Pada tahun 2023, jumlah ASN di rumah sakit tersebut meningkat sebanyak 1.132 orang, dengan alokasi APBD sebesar Rp69 miliar. Namun pada tahun 2024, jumlah ASN mendadak turun ke 977 orang.
Selisih penurunan jumlah ASN dibanding tahun sebelumnya sangat signifikan, yakni sekitar 285 orang. Selisih jumlah ASN di rumah sakit tersebut dinilai tidak wajar.
Selain itu, belanja gaji dan tunjangan ASN di tahun 2024 malah membengkak sebesar Rp86 miliar lebih. Jika dibanding dengan tahun sebelumnya, ada selisih sekitar Rp17 miliar yang terindikasi tidak bertuan.
Pada pekan sebelumnya, media ini telah berupaya meminta dipertemukan dan bahkan mendatangi pihak RSUD NTB untuk kepentingan klarifikasi.
Sekaligus cek data terkait dugaan tersebut dengan Wakil Direktur (Wadir) SDM, dr Qomarul Islamiyati, serta Plt Direktur RSUD NTB, yang juga masih menjabat sebagai Kepala SKPD, Dr. dr. H Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS.
Namun hingga saat ini pihak manajemen rumah sakit terkesan masih bungkam.
Beda halnya dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi NTB. Saat didatangi, Senin (09/02), redaksi media ini sempat diminta menghubungi kontak Whatsapp bagian kehumasan pada lembaga tersebut.
Sayangnya hingga berita ini diterbitkan, nomor tersebut tak kunjung aktif meski masih di dalam jam kerja.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

