Konflik Militer di Kamboja Berdampak ke Bisnis Judol, Ribuan Scamer WNI Nangis

Jurnalis: Arif Muhammad
Kabar Baru, Jakarta – Ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja mendatangi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh untuk meminta evakuasi segera ke tanah air.
Gelombang kepanikan ini meledak setelah otoritas setempat menutup besar-besaran bisnis judi online (judol) dan online scam yang selama ini mempekerjakan ribuan pekerja migran asal Indonesia.
Executive Director Ritz Academy, Roy Sakti, mengungkapkan bahwa situasi mencekam ini bukan sekadar urusan penegakan hukum biasa.
Menurutnya, penutupan sektor abu-abu tersebut berkaitan erat dengan tekanan geopolitik dan ancaman konflik militer di kawasan Asia Tenggara.
“Fenomena ini merupakan bagian dari negosiasi di tengah ketegangan antara Kamboja dan Thailand,” ujar Roy kepada Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Rabu (28/01/2026).
Tekanan China dan Amerika Serikat
Roy menjelaskan bahwa tekanan internasional yang dimotori oleh China dan Amerika Serikat menjadi motor penggerak utama.
Kedua negara adidaya tersebut memberikan syarat ketat kepada pemerintah Kamboja agar segera membersihkan wilayahnya dari aktivitas judi daring dan penipuan berbasis internet.
Kabarnya, pemerintah Kamboja memiliki tenggat waktu hingga 22 Maret 2026 untuk menghentikan seluruh operasional bisnis tersebut.
Jika gagal memenuhi tuntutan ini, terdapat risiko besar terkait stabilitas keamanan di perbatasan.
“Ada tekanan bahwa jika Kamboja tidak memenuhi syarat itu, maka China dan Amerika akan memberikan lampu hijau bagi Thailand untuk kembali menyerang Kamboja,” tegas Roy.
WNI Terjepit di Tengah Konflik
Kondisi ini membuat ribuan WNI yang bekerja di sektor tersebut kehilangan mata pencaharian secara mendadak.
Selain kehilangan pekerjaan, rasa tidak aman akibat potensi eskalasi militer membuat para pekerja migran ini berbondong-bondong mencari perlindungan ke KBRI.
Hingga saat ini, kerumunan warga masih terlihat di sekitar area kedutaan untuk memastikan kepastian jadwal pemulangan.
Pihak otoritas terkait di Jakarta diharapkan segera berkoordinasi dengan KBRI Phnom Penh guna memitigasi dampak penutupan massal ini serta memastikan keselamatan seluruh warga negara di sana.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

