Penyuluhan Aktivitas Fisik Perimenopause untuk Peningkatan Kesehatan Reproduksi Wanita
Jurnalis: Bahiyyah Azzahra
Kabar Baru, Malang — Program Studi Sarjana Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan fokus pada Aktivitas Fisik untuk Ibu Perimenopause di Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan literasi kesehatan bagi perempuan berusia 40 tahun ke atas agar mampu menjaga kebugaran tubuh selama fase transisi menuju menopause.
Rizka Larasati, mahasiswa semester 7 Sarjana Kebidanan, menjadi pemateri kegiatan tersebut dengan didampingi oleh pembimbing Herdika Ayu R. Kusumasari, S.Keb., Bd., M.Keb. Penyuluhan dilakukan menggunakan metode ceramah interaktif serta diskusi, yang didukung oleh media edukasi berupa lembar balik. Media tersebut memuat berbagai informasi penting mengenai manfaat aktivitas fisik, jenis latihan yang dianjurkan, dan contoh gerakan yang aman dipraktikkan secara mandiri di rumah. Seluruh materi merujuk pada topik Aktivitas Fisik untuk Ibu Perimenopause yang menegaskan peran latihan dalam mengurangi hot flashes, memperbaiki kualitas tidur, menjaga berat badan, meningkatkan kesehatan jantung, mempertahankan kepadatan tulang, memperbaiki suasana hati, serta memperkuat otot dan sendi.
Pelaksanaan Kegiatan
Selama sesi pemaparan, peserta diajak mengenali tiga kelompok aktivitas fisik yang direkomendasikan bagi ibu perimenopause, yaitu:
-
Latihan aerobik, seperti jalan cepat, bersepeda, dan senam low-impact.
-
Latihan kekuatan, termasuk latihan menggunakan berat badan sendiri atau bantuan beban sederhana seperti botol air.
-
Peregangan dan latihan keseimbangan, misalnya peregangan otot ringan, yoga, dan aktivitas sejenis.
Materi tersebut turut dilengkapi panduan mengenai intensitas serta durasi latihan yang aman dilakukan. Selain itu, pemateri juga memberikan tips memulai rutinitas olahraga agar dapat dilaksanakan secara bertahap, menyenangkan, serta berkelanjutan, sehingga dapat mengurangi risiko cedera maupun kelelahan.
Respons Peserta
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang penyuluhan berlangsung. Diskusi berjalan aktif dengan berbagai pertanyaan mengenai jenis latihan yang cocok untuk kondisi seperti nyeri sendi, tekanan darah tinggi, dan rasa cepat lelah. Pemateri menegaskan bahwa aktivitas fisik dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu dan tidak memerlukan alat khusus, sehingga ibu-ibu dapat melakukannya dengan mudah baik di rumah maupun di ruang publik desa.
Penyerahan Karya dan Sertifikat Apresiasi
Sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi akademik dan implementasi edukasi kesehatan kepada masyarakat, rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan karya media edukasi serta sertifikat apresiasi. Kepala Puskesmas Gondanglegi, drg. Imam Mashuda, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan komitmen Puskesmas Gondanglegi dalam meningkatkan literasi kesehatan wanita melalui berbagai upaya promotif dan preventif. Momen tersebut juga menandai pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan.
Dampak dan Harapan Keberlanjutan
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong peningkatan partisipasi perempuan desa untuk mempertahankan kesehatan selama perimenopause maupun setelah memasuki masa menopause. Edukasi mengenai gaya hidup aktif dianggap sebagai strategi penting dalam promosi kesehatan yang berkelanjutan, sebab perimenopause adalah fase alami yang dapat dijalani dengan lebih nyaman apabila didukung oleh pengetahuan dan kebiasaan hidup sehat.
Insight NTB
Berita Baru
Berita Utama
Serikat News
Suara Time
Daily Nusantara
Kabar Tren
IDN Vox
Portal Demokrasi
Lens IDN
Seedbacklink







