EIGER Nature dan WWF-Indonesia Bahas Masa Depan Konservasi Berbasis Alam

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Bogor – Menjelang pembukaan untuk masyarakat umum, EIGER Nature mendapat kunjungan 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global dalam rangkaian pertemuan Friends of Indonesia. Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat langsung pengembangan EIGER Nature yang mengintegrasikan restorasi dan konservasi alam, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan guided site tour yang mengajak para peserta menelusuri sejumlah area di kawasan EIGER Nature. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung proses restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 hingga upaya konservasi di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Kehadiran jejaring WWF tersebut berlangsung saat EIGER Nature memasuki tahap akhir persiapan sebelum dibuka untuk publik. Selain melihat kesiapan kawasan dan fasilitas, kunjungan menjadi ruang dialog untuk bertukar pandangan mengenai pengembangan destinasi berbasis alam yang tetap memperhatikan aspek konservasi dan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan EIGER Nature masih berada pada tahap awal perjalanan. Karena itu, pihaknya membuka ruang untuk belajar dan menerima masukan dari berbagai pihak dalam proses pengembangannya.
“EIGER Nature masih berada di tahap awal perjalanan. Kami terbuka untuk terus belajar, mendengar, dan berkembang bersama berbagai pihak,” ujar Imanuel.
Menurut Imanuel, membangun sebuah inisiatif yang tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi pengunjung, tetapi juga memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat, membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Ia mengatakan, EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan EIGER yang selama hampir empat dekade tumbuh dari kedekatan dengan alam dan aktivitas petualangan. Semangat tersebut kemudian dikembangkan melalui EIGER Nature dengan menghadirkan ruang yang mempertemukan pengalaman pengunjung dengan upaya pelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam pengembangannya, EIGER Nature juga berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), terutama dalam mendukung konservasi, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab.
Sementara itu, CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi WWF untuk melihat secara langsung pendekatan EIGER Nature dalam menghubungkan kegiatan restorasi dan konservasi dengan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Aditya, kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mendukung pembiayaan konservasi, termasuk di kawasan taman nasional.
“Model kolaborasi seperti ini berpotensi mendukung pembiayaan konservasi, termasuk di kawasan taman nasional,” kata Aditya.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara EIGER Nature, WWF-Indonesia, dan jejaring WWF Global. Kerja sama ke depan dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari konservasi, edukasi lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat.
Imanuel menegaskan bahwa EIGER Nature tidak diarahkan sekadar menjadi destinasi untuk menikmati alam. Kehadiran kawasan tersebut juga diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan kepada pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Harapannya, pengunjung tidak hanya menikmati alam, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga alam serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Imanuel. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
