7 Fakta Dugaan Pelecehan Seksual Gus Idris, Modus Syuting Konten Horor

Jurnalis: Zulfikar Rasyid
Kabar Baru, Jakarta – Beredar di media sosial Gus Idris Al Marbawi diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang model perempuan saat proses syuting konten horor.
Dugaan pelecehan seksual itu terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Malang, Jawa Timur (Jatim), yang diasuh oleh Gus Idris Al Marbawi.
Kasus yang menyeret nama Gus Idris Al Marbawi ini mencuat setelah korban mengunggah pengalamannya melalui akun Instagram pribadi @sovinovitav. Potongan-potongan pengalaman itu pun menyebar di X.
Dalam unggahan tersebut, korban mengaku awalnya hanya menerima tawaran pekerjaan sebagai model untuk syuting konten YouTube bertema sumpah pocong.
Menurut penuturan korban, setelah syuting di sejumlah lokasi, ia kembali ke area pondok pesantren. Di tempat itulah, Gus Idris Al Marbawi diduga melakukan rangkaian tindakan yang mengarah pada dugaan pelecehan seksual dengan dalih ritual spiritual.
Berikut fakta-faktanya.
1. Korban Direkrut untuk Syuting Konten Horor
Peristiwa bermula ketika korban mendapat tawaran pekerjaan sebagai model untuk konten horor. Tawaran tersebut disampaikan tanpa menjelaskan adanya ritual pribadi atau aktivitas lain di luar proses pengambilan gambar.
Korban menyebut dirinya datang dengan niat profesional sebagai model. Tidak ada kecurigaan awal karena pekerjaan tersebut diklaim sebagai bagian dari produksi konten YouTube.
2. Lokasi Dugaan Pelecehan Terjadi di Pondok Pesantren
Setelah proses syuting di beberapa tempat, korban dibawa kembali ke pondok pesantren. Di lokasi inilah, dugaan pelecehan seksual disebut terjadi.
Korban mengaku situasi pondok yang tertutup membuatnya tidak memiliki ruang untuk menolak atau meminta bantuan secara langsung.
3. Korban Dipanggil Asisten Saat Istirahat
“Pas istirahat, aku dipanggil sama asistennya,” tulis korban. Pemanggilan itu disebut dilakukan secara terpisah dari kru lainnya.
Dalam percakapan tersebut, pembahasan mulai mengarah ke urusan pribadi dan imbalan uang, yang membuat korban merasa tidak nyaman.
4. Minuman Diduga Membuat Korban Tidak Sadar Penuh
Korban mengaku diberi minuman susu cokelat panas sebelum ritual dimulai. Setelah meminumnya, korban merasa pikirannya melayang dan tidak sepenuhnya sadar.
“Sebelum ritual, aku dibuatkan susu cokelat panas (dan dari situ aku seperti hanyut),” ungkap korban dalam pengakuannya.
5. Ritual Spiritual Dijadikan Alat Tekanan Psikis
Ritual dilakukan dengan menulis nama di kertas yang disobek dan dibakar. Kertas tersebut diklaim kembali seperti semula.
“Demi Allah, wallahi kembali seperti semula,” ucap korban, menirukan kejadian yang membuatnya semakin tertekan secara mental.
6. Ramalan Musibah Membuat Korban Tak Berdaya
Idris disebut meramalkan korban akan mengalami kecelakaan, kelumpuhan, dan kehilangan orang terdekat. Ramalan itu diulang berkali-kali agar korban percaya.
“Takut, cemas, bingung mau ngapain. Nangis sejadi-jadinya aku di situ,” terang korban.
7. Dugaan Pelecehan Terjadi di Dalam Kamar
Dalam kondisi tertekan, korban diarahkan asistennya agar meminta sesuatu dari Idris. Idris lalu mengklaim memiliki penangkal melalui zikir.
“Posisi di kamar beliau dan aku mijitin, maaf, sampai mengenai ‘anu’-nya,” ungkap korban. Ia juga nyaris diajak berhubungan badan sebelum akhirnya berhasil keluar kamar.
Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret Gus Idris Al Marbawi ini viral di media sosial dan menuai reaksi luas publik. Hingga berita ini diturunkan, pihak Gus Idris Al Marbawi dan kepolisian belum memberikan keterangan resmi.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

